Houthi – Saudi Memanas, Komisi VIII DPR Minta Kemenhaj Pastikan Keamanan Jemaah Umrah Indonesia

Nasional91 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Maman Imanul Haq, mendesak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat sistem perlindungan jemaah umrah Indonesia yang terdampak gangguan penerbangan akibat eskalasi konflik di Riyadh, Arab Saudi. Pemerintah diminta menyiagakan langkah mitigasi darurat bagi rombongan yang terdampar di Bandara Riyadh.

“Kami memantau perkembangan situasi di Riyadh yang berdampak pada perjalanan jemaah umrah Indonesia. Kemenhaj harus bergerak aktif memantau kondisi jemaah di Arab Saudi maupun calon jemaah yang akan berangkat karena keselamatan adalah prioritas utama,” tegas legislator yang akrab disapa Kiai Maman ini di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Kiai Maman menyoroti kendala yang dialami sejumlah rombongan jemaah umrah akibat pembatasan rute udara di kawasan Riyadh dan kota transit Teluk seperti Abu Dhabi serta Dubai. Kemenhaj dituntut segera melakukan pemutakhiran data serta pemetaan lokasi jemaah terdampak guna memastikan kebutuhan akomodasi dan konsumsi mereka terpenuhi selama penundaan jadwal.

“Kemenhaj harus memastikan setiap jemaah yang terdampak terpantau dengan baik. Jangan sampai ada jemaah yang terlantar, kesulitan informasi, atau bingung meminta bantuan,” ujarnya khawatir.

Legislator asal Jawa Barat tersebut meminta Kemenhaj memperkuat sinergi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Koordinasi intensif dibutuhkan untuk merespons dinamika lalu lintas penerbangan internasional dan mempermudah akses pendampingan darurat bagi jemaah di bandara.

“Koordinasi dengan PPIU, maskapai, KBRI Riyadh, dan KJRI Jeddah harus diperkuat. Penanganan harus berdasarkan data kondisi nyata di lapangan, bukan sebatas laporan umum,” kata Kiai Maman.

Ia juga mendesak pembentukan posko pengaduan serta layanan hotline resmi yang mudah dijangkau oleh jemaah maupun keluarga di Tanah Air. Kejelasan informasi mengenai jadwal penerbangan ulang (reschedule), pembatalan, hingga alokasi tempat menginap sangat krusial demi meredam kepanikan keluarga jemaah.

“Informasi perubahan jadwal penerbangan, alokasi akomodasi, dan prosedur tiket harus disampaikan berkala dengan bahasa yang mudah dipahami. Saluran komunikasi resmi penting agar keluarga di Indonesia merasa tenang,” jelas nya.

Di sisi lain, Kiai Maman mengimbau para jemaah umrah beserta keluarganya di Indonesia untuk tetap tenang dan tidak bertindak secara sepihak tanpa koordinasi petugas travel. Seluruh jemaah diminta untuk senantiasa mematuhi instruksi otoritas penerbangan dan perwakilan pemerintah RI setempat demi menjamin keselamatan fisik selama penundaan.

“Kami meminta jemaah tetap tenang, menjaga komunikasi dengan ketua rombongan, dan tidak mengambil keputusan perjalanan secara sepihak tanpa mengonfirmasi info penerbangan terbaru,” pungkasnya. (MM)

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar