Hadiri Dharma Santi 2026, Kapolda Sumsel Apresiasi Peran Umat Hindu Jaga Predikat Zero Conflict

Berita Utama119 Dilihat
banner1080x1080

Palembang Sumselpost.co.id -Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan nasional melalui penguatan nilai-nilai toleransi dan harmoni sosial di tengah masyarakat sebagai fondasi utama kamtibmas yang kondusif.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho, saat menghadiri perayaan Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tilem Kesanga Tahun 2026 yang digelar di Jalan Seduduk Putih I, Kecamatan Ilir Timur III, Kota Palembang, Kamis malam (2/4/2026).

Kehadiran Kapolda Sumsel dalam kegiatan tersebut menjadi representasi nyata kehadiran negara dalam menjamin kebebasan beragama serta memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Bumi Sriwijaya.

Kegiatan silaturahmi berskala provinsi ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, Kajati Sumsel, serta Wali Kota Palembang.

Agenda tersebut bertujuan mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat lintas agama sebagai bagian dari langkah mitigasi potensi konflik sosial guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap stabil.

Partisipasi aktif Polda Sumsel dalam kegiatan keagamaan ini juga selaras dengan implementasi program Presisi Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat moderasi beragama sebagai pilar keamanan nasional.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diisi dengan rangkaian ritual keagamaan yang khidmat serta penampilan budaya Nusantara seperti Tari Penyembrana dan Tari Sekar Jagat. Selain itu, dilakukan pengukuhan pengurus PABSS se-Sumatera Selatan sebagai bagian dari penguatan organisasi sosial keagamaan di daerah.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa toleransi beragama bukan hanya nilai sosial, melainkan instrumen strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas.

“Bagi kami di institusi kepolisian, ketika masyarakat saling menghormati perbedaan, maka potensi perpecahan akan teredam dengan sendirinya. Mari kita terus bersinergi untuk merawat harmoni ini demi mewujudkan Sumsel yang aman bae,” tegas Kapolda.

Penguatan nilai toleransi ini juga berdampak langsung terhadap keberlanjutan predikat Sumatera Selatan sebagai wilayah dengan tingkat konflik sosial yang rendah atau zero conflict, yang menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa pendekatan humanis akan terus dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

“Sinergi lintas sektoral ini merupakan bukti nyata komitmen Polda Sumsel dalam menjaga persatuan bangsa. Stabilitas keamanan menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan nasional,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat toleransi, serta memastikan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Sumatera Selatan.(jn.red)

Komentar