Gerindra Belum Siap Deklarasikan Cak Imin sebagai Cawapres Prabowo

Nasional434 Dilihat

JAKARTA,SumselPost.co.id – Meski Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Islandar (Cak Imin) merupakan bakal cawapres terkuat Prabowo Subianto, namun masih belum tentu yang akan dideklarasikan nanti adalah Cak Imin. Masih ada nama lain yang tentu akan dibicarakan oleh Prabowo, Cak Imin dan partai lain yang akan bergabung Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

“Kalau PAN akan bergabung, maka Cawapres Prabowo tetap akan dibicarakan oleh Prabowo, Cak Imin dan pimpinan PAN. Sesuai kesepakatan, MoU pada 13 Agustus 2022 lalu. Tapi, sampai saat ini cawapres yang terkuat adalah Cak Imin,” kata Andre Rosiade.

Hal itu disampaikan Ketua DPP Gerindra yang juga anggota Komisi III DPR RI itu dalam dialektika demokrasi ”Kemesraan Elite dan Otak-atik Pilpres 2024” bersqma anggota DPR RI FPKB, Syaiful Huda, anggota DPR RI FPAN, Guspardi Gaus, Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfudz Siddiq dan pengamat politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Kamis (6/7/2023).

Baca Juga  Resmikan Grha Bung Karno Klaten, Puan Harap Gedung Bermanfaat untuk Warga se-Solo Raya

Lebih lanjut Andre mengatakan kalau Gerindra terus berkomunikasi dengan partai politik lain, dan dalam waktu dekat ini akan ada partai yang mau bergabung. Dukungan itu terus menguat sejalan dengan hasil survei yang sejak April 2023 lalu, elektabilitas Pak Prabowo terus berada nomor satu atau unggul 4,4% di atas Ganjar Pranowo. “Ini kita patut syukuri,” ujarnya bangga.

Soal kapan cawapres Prabowo itu dideklarasikan, tentu kata Andre tunggu momentum yang tepat sambil menunggu dinamika politik sampai pendaftaran ke KPU pada Oktober 2023 mendatang. “Jangankan masyarakat, saya sendiri juga ingin tahu siapa yang akan dideklarasikan sebagai cawapres Prabowo itu? Sabar, kita tunggu,” ungkapnya.

Syaiful Huda menegaskan jika PKB dalam koalisi pilpres selama ini menjadi penentu kemenangan. Untuk itu, dia yakin Prabowo – Muhaimin akan memenangi pilpres mendatang. “Yang penting semua elit tetap baik dan jangan sampai merusak kesehatan demokrasi. PKB berharap jangan sampai ada dua pasangan capres untuk menghindari polarisasi dan identitas politik seperti pilpres 2019,” ujarnya.

Baca Juga  Posisinya Lemah, Komite III DPD RI Bahas RUU Perlindungan PRT

Guspardi juga sepakat menghindari polarisasi dan munculnya kembali identitas politik, maka PAN memunculkan wacana Capres – Cawaores dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) adalah Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan. “Kalau kerjasama dengan Gerindra, PAN sudah lama dan menang 87,8% di Sumbar. Dan, kalau muncul nama Erick Thohir, memamg Menteri BUMN itu selama ini sering bersama PAN,” jelas Guspardi.

Mahfud Siddiq.mengakui meski Partai Gelora tak punya tiket untuk mengajukan capres, namun pihaknya mendukung agar tidak terjadi polarisasi dan identitas politik seperti pemilu 2019. “Kita punya tanggungjawab moral agar pemilu 2024 berjalan dengan damai dan tak mengulangi lagi polarisasi politik yang berdampak pada masyarakat bawah seperti pemilu 2019.
Situasi politik 2024 ini ada di persimpangan jalan global, sehingga harus hati-hati dalam mengelola pertarungan politik pemilu 2024. Harus ada moderasi untuk pemilu damai, jujur, adil dan demokratis,” jelasnya.

Baca Juga  Komisi I DPR: Masjid Jokowi di Abu Dhabi Perkokoh Hubungan Diplomatik RI-UEA

Menurut Ujang Komarudin terkait kenapa cawapres belum diumumkan, itu karena faktor rasionalitas sedang dibangun oleh parpol. “Kalau cepat diumumkan maka akan ada parameter seperti elektabilitas karena posisi cawapres ini sangat penting dan menentukan,” katanya.

Yang terpenting politik yang berkualitas dan rasionalitas itu akan tumbuh jika pendidikan masyarakat baik, ekonomi baik, dan penegakan hukum tidak tebang pilih. “Kalau ketiga unsur itu belum terpenuhi, maka akan muncul polarisasi, identitas politik dan hoaks. Sebaliknya, akan lahir ide dan gagasan kenegarawanan untuk membangun bangsa dan negara ini,” tambah Ujang.(MM)

 

Komentar