Gaung Genderang Darussalam

Berita Utama56 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id -Peringatan Hari Tari Sedunia Tahun 2026 di Lawang Borotan, Palembang, Selasa (28/4/2026) malam yang di gelar oleh Komunitas Seniman Tari (Kasta ) Sumatera Selatan (Sumsel) berlangsung meriah

Perhelatan yang mengangkat tema “Gaung Genderang Darussalam” diikuti sekitar 500 orang, puluhan sanggar tari, dan para pekerja seni di Palembang.

Istimewanya, tari Gaung Genderang Darussalam sebagai tari harapan yang ditampilkan pada puncak acara ini diikuti pula oleh Sultan Palembang, SMB IV RM Fauwaz Diradja, budayawan Vebri Al Lintani dan Seniman tari Isnayanti Syafrida. pertunjukan yang berlangsung mulai dari

Pada acara seremonial dihadiri pula oleh banyak tokoh diantaranya Staf Ahli Gubernur Sumsel bidang Pemerintah, Hukum, dan Politik Pandji Tjahjanto, S.Hut., M.Si, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI (Sumatera Selatan) Sri Sugiharta, S.S., M.P.A, Kepala Dinas Kebudayaan Palembang Sulaiman Amin , perwakilan Dinas Pariwisata Palembang, Ketua Kasta Sumsel. Ali Goik, sejarawan Palembang Dr Kemas Ari Panji S.Pd.Msi, Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) M Nasir, Ketua Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) Iqbal Rudianto (Didit) , seniman seluruh Sumsel, Perwakilan Kerukunan Keluarga Pedangdut Kota Palembang, perwakilan Komunitas Batang Hari (Kobar) 9, Habib Novel Assegaf , Ketua sanggar-sanggar tari sekota Palembang dan luar kota Palembang dan para sponsorship.

Sejumlah tarian ditampilkan dalam acara tersebut diantaranya seperti Tari Gaung Genderang Darussalam , Tari Zapin Bedana, Tari Pelimbangan, Tari Setabik.

Acara juga dimeriahkan dengan pemberiaan penghargaan kepada pihak pihak yang mendukung acara tersebut.

Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin IV atau SMB IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diradja, SH M.Kn dalam Tari Gaung Genderang Darussalam mengapresasi acara tersebut.

“Tari-tari yang tampil ini membuktikan kalau Sumsel ini kaya dengan kreasi tari dan bukan hanya dari suku asli saja tapia da juga datang dari luar, kita menikmati semua budaya di Sumsel ,” katanya.

Sumsel menurutnya budayanya bukan dari Palembang Darussalam saja yang merupakan budaya melayu ada juga budaya Arab, India dan Eropa yang semuanya menjadi kekayaan budaya bagi Sumsel.

Budayawan Palembang Vebri Al Lintani menilai hari tari ini adalah hari rayanya penari .

“ Semua ekspresi bisa di tampilkan hari ini dan beberapa lagu menarik juga di tampilkan di acara ini,”katanya.

Menariknya Peringatan Hari Tari Sedunia Tahun 2026 di Lawang Borotan ini mengangkat tema “Gaung Genderang Darussalam.

“Gaung Genderang Darussalam itu maksudnya adalah semangat, genderang itu khan satu tabuhan untuk menyemangati perang, menyemangati berkerja dan sebagainya, ini bergaung pada malam hari ini, tampil, Darussalam. Tidak hanya menghibur tapi juga tidak melupakan sejarah. Darussalam itu adalah Palembang Darussalam maksudnya,” katanya.

Menariknya dalam acara hari ini menurut Vebri, tampilnya Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin IV atau SMB IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diradja, SH Mkn dalam Tari Gaung Genderang Darussalam.

“Saya Bersama sama Yang Mulia Sultan Mahmud Badaruddin IV atau SMB IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diradja, SH Mkn dan ibu Isnayanti tampil dalam tari Gaung Genderang Darussalam, saya tampil sebagai raja dan ibu Isnayanti tampil sebagai ratu Palembang dan Sultan Mahmud Badaruddin IV atau SMB IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diradja, SH Mkn tampil sebagai Sultan Palembang,”katanya.

Ketua Kasta Sumsel yang juga Ketua Pelaksana Sayid Khalid Assegaf mengucapkan terima kasih dukungan semua pihak sehingga acara ini bisa terlaksana.

“Sejak berdirinya pada tahun 2016 hingga saat ini, Kasta aktif memeringati hari tari dunia Bersama sanggar-sanggar dan seniman tari se kota Palembang, bahkan ada juga peserta yang mewakili kabupaten di luar kota Palembang,”katanya.

Pada peringatan hari tari dunia tahun 2025 lalu, menurutnya dilakukan di tempat ini juga, Lawang Borotan, Kasta dan sanggar-sanggar seni tari Sumatera Selatan menggelar gelar tari Pelimbangan karya mastero Tari almarhumah Cik Ya Lena.

“Pada tahun 2026 ini, Kasta Palembang mengusung tema yang sangat istimewa: “Gaung Genderang Palembang Darussalam”,”katanya.

Makna Tema “Gerak Genderang Darussalam menurutnya Gaung: merupakan manifestasi dari ekspresi, jiwa, dan napas kehidupan para penari.

Lalu Genderang, menyimbolkan tabuhan semangat yang menggugah dan menyatukan kita semua.

Dan Darussalam, mengingatkan kita tentang Palembang Darussalam, satu negeri yang menjadi tonggak dasar adanya kota Palembang. Makna dari Darussalam terkait dengan tema ini menjelaskan bahwa seni tari di kota ini tumbuh subur dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kesantunan, keelokan budi, dan nafas religius yang diwariskan para leluhur.

“Melalui tema ini, kami ingin membuktikan bahwa tari bukan sekadar hiburan visual. Tari adalah jembatan sejarah, penjaga tradisi, dan perekat persatuan di Bumi Palembang Darussalam yang kita cintai ini,”katanya.

Pegelaraan Gaung Genderang Darussalam ini, akan diikuti para penari dan digarap khusus oleh para koreografer professional .

“Istimewanya lagi, kami menghadirkan 2 orang sahabat saya, asuhan Deni Malik,”katanya.

Kegiatan hari ini menurutnya telah dimulai sejak pukul 15.00 tadi dengan pergelaran tari dari sanggar-sanggar seni Sumatera Selatan. Pada peringatan kali ini juga akan dimeriahkan dengan tari Bedana Zafin. Puncaknya pada malam ini, kita akan menyaksikan tari Gaung Genderang Darussalam.

“Kami berharap acara ini dapat memantik semangat generasi muda untuk terus mencintai, mempelajari, dan mengembangkan seni tari tradisi maupun kontemporer di Kota Palembang. Saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, para sponsor, donatur, serta seluruh pengisi acara yang telah mendedikasikan waktu dan energinya demi suksesnya acara ini. Mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan acara masih terdapat kekurangan. Mari kita rayakan hari ini dengan sukacita, biarkan tubuh bergerak, dan biarkan gaung genderang Palembang Darussalam terus bertalu menyuarakan indahnya budaya kita,”katanya.

Staf Ahli Gubernur Sumsel bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Pandji Tjahjanto sempat memuji penampilan Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin IV atau SMB IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diradja, SH Mkn dalam acara tersebut.

“ Rupanya pak Sultan punya bakat terpendam juga ,”katanya.

Pandji juga menyampaikan bahwa peringatan Hari Tari Sedunia bukan sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas budaya daerah.

Ia menegaskan bahwa seni tari merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai cerminan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya merayakan seni tari, tetapi juga merawat identitas budaya yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.

Ragam pertunjukan ini menunjukkan kekayaan budaya yang dimiliki Sumsel sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Pandji juga menyinggung capaian Indeks Pembangunan Kebudayaan Sumatera Selatan yang berada di peringkat enam secara nasional. Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam penguatan ekonomi berbasis budaya.

“Potensi budaya kita sangat besar. Dengan semakin banyak kegiatan dan event seni, diharapkan dapat mendorong peningkatan ekonomi para seniman sekaligus memperkuat ekosistem budaya di daerah,” katanya.

Ia berharap, peringatan Hari Tari Sedunia dapat menjadi pemicu tumbuhnya kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya, serta mampu diwariskan kepada generasi mendatang dengan penuh kebanggaan.

Komentar