Dua Korban Tenggelam di Sungai Baung Berhasil Dievakuasi

Berita Utama107 Dilihat
banner1080x1080

Palembang Sumselpost.co.id -Tim gabungan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan bersama Basarnas dan masyarakat berhasil menemukan serta mengevakuasi dua korban yang sebelumnya dilaporkan terjatuh dari atas tongkang di perairan Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kedua korban masing-masing berinisial S (60) dan D (17). Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan operasi pencarian secara intensif dengan menyisir alur Sungai Baung di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, sebuah kapal tunda menarik tongkang bermuatan mobil truk dari Sungai Baung menuju Palembang.

Ketika melintas di perairan dekat tambatan Sahril, saksi yang berada di atas tongkang mendengar teriakan meminta pertolongan. Saksi kemudian melihat dua orang telah terjatuh ke dalam sungai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Ditpolairud Polda Sumsel bersama tim Basarnas langsung melakukan upaya pencarian. Operasi pencarian dilanjutkan secara intensif pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dengan diawali apel kesiapan pada pukul 06.30 WIB di pangkalan sandar Sei Baung.

Tim gabungan selanjutnya melakukan penyisiran di sepanjang alur Sungai Baung, khususnya di sekitar titik lokasi korban dilaporkan jatuh. Dalam proses pencarian tersebut, petugas juga mendapat dukungan dari pihak kapal dan masyarakat setempat.

Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 08.06 WIB. Salah satu kru kapal menemukan jasad korban berinisial S (60) sekitar satu kilometer dari titik korban dilaporkan jatuh. Petugas kemudian mengamankan dan mengevakuasi jasad korban ke atas kapal Basarnas.

Pencarian terhadap korban kedua terus dilakukan. Sekitar pukul 10.50 WIB, tim kembali menemukan jasad korban berinisial D (17) yang mengapung tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama. Jasad korban kemudian langsung dievakuasi oleh tim gabungan.

Selanjutnya, kedua jenazah dibawa menggunakan speedboat menuju Dermaga Ditpolairud Polda Sumsel untuk kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang guna menjalani proses autopsi.

Berdasarkan pemeriksaan visual sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Proses pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan kondisi dan penyebab kematian kedua korban.

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sumatera Selatan, Komisaris Besar Polisi Heru Agung Nugroho, S.I.K., menegaskan bahwa jajaran Polri bersama unsur terkait bergerak cepat dalam setiap kejadian kecelakaan air, khususnya yang membutuhkan pencarian dan evakuasi korban di wilayah perairan.

“Kami mengerahkan personel bersama tim gabungan secara optimal untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban. Kecepatan respons menjadi bagian penting dalam penanganan setiap musibah di wilayah perairan,” ujar Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, S.I.K.

Ia juga mengimbau seluruh pengguna transportasi dan aktivitas perairan agar meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan keselamatan, termasuk menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai selama berada di atas kapal maupun tongkang.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Selatan, Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penanganan kejadian tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat.

“Polda Sumatera Selatan bersama seluruh unsur terkait mengerahkan potensi yang ada untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban secara cepat. Kami turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di wilayah perairan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Keberhasilan tim gabungan menemukan kedua korban menjadi bukti respons cepat dan sinergitas Polda Sumatera Selatan bersama Basarnas serta masyarakat dalam menangani kecelakaan air. Upaya pencarian dan evakuasi dilakukan secara maksimal sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan penanganan kemanusiaan kepada masyarakat di wilayah perairan Sumatera Selatan.(Sumsel).(jn.red)

Komentar