BOGOR,SumselPost.co.id — Pergantian kepengurusan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) periode 2026-2028 bukan sekadar momentum memilih pemimpin baru, tetapi juga menjadi ujian untuk menjaga kekompakan seluruh anggotanya.
Mantan Ketua KWP Ariawan berpesan agar kepengurusan baru mampu merawat persatuan sekaligus mempertahankan hubungan baik dengan DPR sebagai mitra kerja yang saling berkesinambungan.
“Yang paling penting, kepengurusan KWP 2026-2028 harus bisa menjaga persatuan seluruh anggota KWP,” tegas Ariawan dalam pemilihan Ketua KWP periode 2026-2028 yang berlangsung di Wisma DPR, Kopo, Bogor, Jumat (2/10/2026).
Menurut Ariawan, soliditas internal menjadi modal penting bagi KWP dalam menjalankan peran jurnalistik di lingkungan parlemen. “Jangan sampai pergantian kepengurusan justru membuat anggota KWP terpecah, karena kekuatan KWP ada pada kebersamaan seluruh anggotanya,” ujarnya.
Selain menjaga persatuan internal, Ariawan mengingatkan kepengurusan KWP yang baru agar terus membangun komunikasi dan hubungan baik dengan DPR. Hal itu perlu dijaga secara menyeluruh, mulai dari jajaran Sekretariat Jenderal DPR hingga anggota DPR yang menjadi mitra kerja wartawan parlemen. “KWP harus tetap menjaga hubungan baik dengan DPR, mulai dari kesekjenan sampai anggota DPR,” kata Ariawan.
Dia menilai hubungan yang terjalin dengan baik akan membantu menciptakan komunikasi yang sehat antara wartawan parlemen dan lembaga legislatif. Hubungan KWP dengan DPR bukan sekadar hubungan antara wartawan dan narasumber, melainkan relasi profesional yang perlu dijaga secara berkesinambungan. “Kita harus menjaga komunikasi yang baik dan saling berkesinambungan, sehingga KWP tetap bisa menjalankan tugas jurnalistiknya dengan baik,” ujarnya.
Dia berharap kepengurusan KWP 2026-2028 dapat melanjutkan hal-hal positif yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya tanpa mengesampingkan kebutuhan untuk melakukan pembenahan. Kesinambungan organisasi penting agar KWP tetap menjadi wadah bersama bagi wartawan yang menjalankan tugas peliputan di lingkungan parlemen.
“Saya berharap kepengurusan baru bisa membawa KWP semakin solid, tetap menjaga kebersamaan, dan terus membangun komunikasi yang baik dengan DPR,” kata Ariawan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pergantian kepemimpinan seharusnya menjadi momentum memperkuat organisasi, bukan memperlebar perbedaan di antara anggota.
Dengan terpilihnya Rafyq Panjaitan sebagai Ketua KWP periode 2026-2028, Ariawan berharap seluruh anggota dapat kembali menyatukan langkah untuk menjaga marwah organisasi dan profesionalitas jurnalistik.
“Yang terpenting adalah bagaimana KWP tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh wartawan parlemen dan mampu menjaga hubungan baik dengan DPR secara berkelanjutan,” tambahnya.
Ariawan, menekankan bahwa tantangan terbesar ketua baru bukanlah mengelola program kerja, melainkan merawat solidaritas seluruh anggota di tengah dinamika politik yang makin dinamis. “Rafyq Pandjaitan agar tidak pernah mengabaikan komunikasi intensif dengan seluruh anggota yang memiliki latar belakang media berbeda-beda,” ungkapnya.
Dia menilai bahwa kekuatan utama organisasi wartawan bukan hanya diukur dari megahnya kegiatan, melainkan juga dari solidnya barisan anggota saat menghadapi berbagai situasi di lapangan.
“KWP hanya bisa menjadi organisasi yang disegani dan berdampak luas apabila kepemimpinan baru mampu merangkul setiap perbedaan tanpa ada kelompok yang merasa ditinggalkan,” kata Ariawan.
Menanggapi harapan tersebut, Ketua KWP terpilih, Rafyq Pandjaitan, menyatakan kesiapannya untuk merangkul seluruh lini wartawan guna melanjutkan warisan positif kepengurusan sebelumnya.
“Kami berkomitmen menjadikan KWP sebagai ruang kolaborasi yang inklusif, di mana soliditas antarjurnalis Senayan menjadi fondasi utama gerakan kami,” ujar Rafyq. (MM)














Komentar