Bangun 110 Jembatan di Riau, Komisi III DPR: Polri Hadir Nyata Untuk Pendidikan dan Ekonomi Desa

Nasional145 Dilihat
banner1080x1080

PEKANBARU,SumselPost.co.id – Apresiasi atas langkah konkret Polri dalam membangun Jembatan Merah Putih Presisi di Provinsi Riau terus mengalir. Kali ini datang dari Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Rahul, yang menilai program tersebut sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Rahul, pembangunan jembatan yang telah memasuki tahap awal ini menunjukkan progres yang signifikan. Dari total 110 jembatan yang direncanakan di Riau, sebanyak 27 jembatan telah selesai dan diresmikan, sementara sisanya saat ini masih dalam proses pembangunan dan renovasi.

“Ini adalah kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Kita bicara soal anak-anak yang sebelumnya harus mempertaruhkan keselamatan menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah, hari ini mereka punya akses yang lebih aman dan layak. Ini bukan sekadar pembangunan jembatan, ini tentang membangun masa depan,” tegas Rahul kepada wartawan, Rabu (18/3/2026).

Politisi Gerindra ini mengatakan, meskipun tugas utama kepolisian adalah menjaga keamanan dan ketertiban, namun langkah Polri yang turut mengambil peran dalam pembangunan jembatan menunjukkan sensitivitas institusi terhadap persoalan riil masyarakat di lapangan.

Rahul mengapresiasi khusus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas kepemimpinan yang mampu menerjemahkan arahan Presiden menjadi program konkret yang berdampak luas.

Ia juga mengapresiasi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan beserta jajaran yang dinilai cepat, adaptif, dan progresif dalam mengimplementasikan program tersebut di daerah. “Saya melihat ini sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif. Arahan Presiden tidak berhenti di level kebijakan, tetapi langsung diwujudkan dalam bentuk kerja nyata. Kapolri menunjukkan arah yang jelas, dan Kapolda Riau mampu mengeksekusinya dengan baik di lapangan,” ujarnya.

Lebih jauh, Rahul juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis yang ditunjukkan dalam kegiatan peresmian tersebut, termasuk adanya dialog interaktif antara Kapolri, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dengan masyarakat dan pelajar di Kampar, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti.

Menurutnya, dialog tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah dengan masyarakat. “Dialog ini penting, karena masyarakat bisa menyampaikan langsung apa yang mereka rasakan dan harapkan. Ini memperkuat kepercayaan publik bahwa negara benar-benar hadir dan mendengar,” ungkapnya.

Rahul berharap program pembangunan jembatan ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke wilayah-wilayah lain yang masih memiliki keterbatasan akses, sehingga pemerataan pembangunan benar-benar dapat terwujud.

“Kalau di Riau saja sudah direncanakan 110 jembatan dan baru tahap awal 27 yang selesai, ini menunjukkan komitmen yang besar. Jika ini dilakukan secara masif di seluruh Indonesia, dampaknya akan sangat luas, terutama dalam memperkuat konektivitas desa, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya. (MM)

Komentar