JAKARTA,SumselPost.co.id -Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) berkomitmen terus mendukung pemberantasan kemiskinan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Karena itulah aksi bakti sosial bertransformasi dari sekadar pemberian bantuan (karitatif) menjadi pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kemandirian ekonomi.
“Jadi Bakti Sosial yang dilakukan DNIKS ini, bukan sekedar sekadar membagi sembako, tetapi dibarengi semangat pemberdayaan agar masyarakat miskin bisa berdaya dan lepas dari jerat kemiskinan,” tegas Ketua Panitia Bakti Sosial 2026 DNIKS, Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan usai membuka Kegiatan Gerak Bakti Sosial 2026 di Kantor DNIKS, Rabu (18/2/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua umum DNIKS A Effendy Choirie, Sekjen DNIKS Sudarto, Wakil Ketua umum DNIKS Rudi Andries, Sekretaris Badan Pakar DNIKS Manimbang Kahariyadi, Wakil Ketua Badan Pakar DNIKS Sapuan, Rasaharul, Ketua Badan Pengarah DNIKS Fransiscus Welirang (Indofood), Ketua DNIKS, Dya Loretta Kartikasari, Gufron Sakaril dan Perwakilan dari PT Agrinas Palma Nusantara (APN), serta Komisaris PT.Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Hendrick Kolonas. Kegiatan bakti sosial ini didukung pula oleh PT.Bank Syariah Indonesia, Tbk, lalu Produk Wardah, dan Palang Merah Indonesia (PMI).
Menurut Liya-sapaan akrabnya, DNIKS memiliki delapan kerangka kerja strategis yang ditetapkan untuk periode 2024–2029, atau yang disebut Asta Bakti. Fokus utama mendukung pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial. “Rangkaian Gerak Bakti Sosial ini lebih menekankan pada aspek pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Di sisi lain, kata Liya, bahwa kegiatan Bakti Sosial bukan sekadar memberi, melainkan bentuk partisipasi aktif dalam membangun masyarakat yang lebih baik. “Solidaritas sosial yang kuat membantu mempercepat penurunan kemiskinan,” ujarnya.
Bakti sosial adalah aksi nyata kepedulian dan solidaritas untuk membantu sesama, mempererat kekerabatan, dan meringankan beban masyarakat tanpa imbalan. “Kegiatan ini menumbuhkan rasa persaudaraan, empati, dan gotong royong, yang juga bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekjen DNIKS Sudarto menambahkan bahwa
kegiatan Gerak Bakti Sosial 2026 DNIKS ini merupakan salah satu kegiatan wujud dan program kerja DNIKS 2026. Selain itu, bisa menumbuhkan dari rasa kemanusiaan antara sesama guna mewujudkan rasa cinta, rasa saling menolong, rasa saling peduli kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. “Tujuan pelaksanaan adalah selain menumbuhkan sikap peduli antar sesama masyarakat yang kurang mampu dan diharapkan menumbuh rasa kepedulian sosial,” jelasnya.
Seperti diketahui Kegiatan Gerak Bakti Sosial 2026 ini terdiri dari aksi donor darah, operasi katarak, pengumpulan barang dan pakaian layak pakai, pembagian alat bantu disabilitas, berbagi makanan Jumat berkah dan pembagian sembako kepada masyarakat serta disabilitas.
Sebelumnya operasi katarak yang merupakan rangkaian Bakti Sosial DNIKS yang bekerjasama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata (PERDAMI) DKI Jakarta telah berlangsung pada 7 Februari 2026 di RS Yadika Kebayoran Lama.
Selain menggelar operasi katarak, kegiatan bakti sosial DNIKS itu juga diikuti dengan aksi donor darah yang diikuti oleh 89 pendonor, bekerjasama dengan PMI DKI Jakarta. Para pendonor harus melalui screening yang ketat untuk memenuhi persyaratan kesehatan.
Demikian pula dengan pakaian layak pakai yang sudah terkumpul dari para donatur akan disalurkan kepada kalangan yang berhak untuk menerimanya.
Puncaknya, DNIKS bersama dengan para sponsor memberikan bantuan sebanyak 10 Tongkat ketiak Kruk kepada pada disabilitas, lalu sebanyak 3 Tongkat untuk Tuna Netra, kemudian 2 Tongkat untuk lansia, dan lima unit kursi roda. Para disabilitas tersebut datang dari berbagai organisasi misalnya Himpunan Wanita Disablitas Indonesia (HWDI), Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia dan masyarakat umum lainnya.
CAPTION FOTO:
Ketua Panitia Bakti Sosial 2026 DNIKS, Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan (Kerudung Merah) usai membuka Kegiatan Gerak Bakti Sosial 2026 di Kantor DNIKS, Rabu (18/2/2026). Dilanjutkan dengan pemberian bantuan Tongkat Kruk oleh Ketua Badan Pengarah DNIKS Fransiscus Welirang kepada wanitas disabilitas secara simbolis. (MM)


















Komentar