4 Bangso Zuriat Palembang Tolak Pembangunan Tujuh Lantai Gedung Baru RS dr. AK Gani, Ancam Gelar Aksi Besar

Berita Utama31 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan gedung baru Rumah Sakit dr. AK Gani yang direncanakan setinggi tujuh lantai di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) semakin meluas.

Kali ini, suara keberatan datang dari 4 Bangso Zuriat Palembang Darussalam yang menilai proyek tersebut berpotensi merusak nilai sejarah dan keaslian kawasan cagar budaya BKB.

Juru Bicara 4 Bangso, RM Iskandar Sulaiman, menjelaskan bahwa hari ini pihaknya bersama para zuriat Palembang yang berasal dari empat marga besar—Raden, Masagus, Kiagus, dan Kemas—menggelar pertemuan khusus untuk membahas sikap tegas mereka terhadap proyek pembangunan itu.

“Rapat ini membahas penolakan terhadap pembangunan gedung baru Rumah Sakit dr. AK Gani. Jika proyek itu tetap dilanjutkan, kami siap menempuh langkah hukum maupun non hukum,” ujar Iskandar usai pertemuan di kediamannya, Jalan KS Tubun, Lapangan Hatta Palembang, Minggu (30/11/2025).

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Tim Percepatan Pemajuan Kebudayaan Palembang (Tim 11) serta Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Palembang, yang sama-sama menilai kawasan BKB harus mendapat perlindungan ketat sebagai warisan budaya.

Iskandar menegaskan bahwa pembangunan gedung setinggi tujuh lantai di area BKB bukan hanya mengancam identitas visual kawasan, tetapi juga berpotensi menghilangkan karakter asli Kraton Kuto Besak, salah satu simbol penting sejarah Palembang.

“Selain langkah hukum, kami juga siap menggelar demonstrasi besar. Zuriat Palembang Darussalam akan turun ke jalan, dan jumlah massa bisa mencapai ribuan orang,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa langkah Kodam II/Sriwijaya—yang disebutnya tetap melanjutkan pembangunan tanpa melibatkan pihak-pihak yang berkompeten di bidang kebudayaan—mencerminkan pengabaian terhadap nilai sejarah dan budaya yang melekat kuat pada kawasan tersebut.

Menurutnya, keberadaan gedung tinggi di lingkungan BKB bisa menimbulkan dampak serius, termasuk hilangnya Benteng Kuto Besak sebagai kawasan cagar budaya yang seharusnya dilestarikan.

“Jika bangunan tinggi berdiri di sana, BKB tidak lagi memiliki keaslian sebagai kawasan heritage. Ini adalah ancaman nyata terhadap sejarah Palembang,” tutup Iskandar.

Komentar