Pencanangan Hari Budaya Palembang Digelar di Rumah Dinas Wali Kota

Berita Utama113 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id —Pencanangan Hari Budaya Palembang resmi digelar pada Selasa (03/03/2026) di Rumah Dinas Wali Kota Palembang. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh adat, budayawan, akademisi, serta ratusan tamu undangan.

Acara ini turut dihadiri Sultan Mahmud Badaruddin IV RM. Fauwaz Prabu Diraja, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Drs. Kgs. H. Sulaiman Amin yang mewakili Wali Kota Palembang, akademisi dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN Raden Fatah) Dr. Kms. Ari Panji, M.Si., budayawan Vebri Al Lintani, Raden Zainal Abidin, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Kms. Ari Panji menjelaskan bahwa penetapan tanggal 3 Maret sebagai Hari Budaya Palembang didasarkan pada pertimbangan historis yang kuat.

“Secara historis, 3 Maret memiliki makna penting bagi Palembang. Pada 3 Maret 1666 berdiri Kesultanan Palembang, 3 Maret 2003 menjadi momentum kebangkitan Lembaga Adat, dan 3 Maret 2004 diakuinya Benteng Kuto Besak sebagai cagar budaya. Oleh karena itu, hari ini 3 Maret 2026 kita canangkan sebagai Hari Budaya Palembang,” ujar Ari Panji.

Sementara itu, budayawan Vebri Al Lintani memaparkan sejumlah warisan budaya Kota Palembang yang menjadi identitas sejarah dan peradaban daerah. Beberapa di antaranya adalah Benteng Kuto Besak, Masjid Agung Palembang, Kompleks Pemakaman Sabokingking, Kompleks Pemakaman Cinde Welan, serta Kompleks Pemakaman Kawah Tengkurep.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan Ratib Samman yang dipimpin oleh Ustadz Kgs. H. Mustofa, menambah kekhidmatan suasana pencanangan Hari Budaya Palembang tersebut.

Melalui pencanangan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya dan sejarah Palembang semakin meningkat, sekaligus memperkuat identitas kota sebagai salah satu pusat peradaban Melayu di Indonesia.
(Kms. Sofyan Abdullah)

Komentar