Pemilu 2024, MPR Minta Rakyat Pilih Capres yang Pancasilais

Nasional634 Dilihat

JAKARTA,SumselPost.co.id – Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid minta masyarakat dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang memilih capres yang Pancasilais. Setidaknya Pancasilais itu yang komitmen menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berintegritas, bermoral, mengamalkan Pancasila sebagai ideologi negara dan menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila sebagai Grondslag, pandangan hidup dan ideologi negara itu sudah final, meski penafsirannya akan sesuai dengan perkembangan zaman atau dinamis. Untuk itu tak ada sistem pemilu yang baku; dari terbuka ke tertutup, pemilihan langsung dan tidak langsung, pembatasan usia dan pendidiikan capres, hadirnya DPD RI dan lain-lain itu biasa saja,” tegas Waketum DPP PKB itu.

Hal itu disampaikan JaziIul Fawaid dalam diskusi Empat Pilar MPR RI ”Memaknai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”
bersama Syarief Hasan (Wakil Ketua MPR RI F-Demokrat) dan Pangi Syarwi Chaniago (Direktur Eksekutif Voxpol) di Gedung MPR RI Senayan Jakarta, Rabu (7/6/2023).

Baca Juga  Tergerusnya Elektabilitas Prabowo-Gibran Bukti Rakyat Kecewa

Lebih lanjut Jazilul Fawaid menilai cawe-cawe Presisen Jokowi dalam pemilu 2024 pada saat tertentu ada yang menyebut tepat dan di sisi lain dianggap salah. “Atas perbedaan pandangan tersebut, maka masyarakat ada yang menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Inilah nikmatnya negara ber Pancasila,” kata Jazilul.

Menurut Jazilul, penting adanya indikator atau variabel Pancasilais tersebut. Selain keteladanan oleh tokoh masyarakat, juga tidak salah kalau BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) melahirkan kriteria antara yang Pancasilais dan tidak Pancasilais tersebut. “Jadi, meski tafsir atau makna Pancasila dalam kehidupan sehari – hari itu bebas, liberal, maka tokoh yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila itulah yang harus rakyat pilih di pilpres 2024 mendatang,” ungkapnya.

Baca Juga  Partai Gelora Dukung Prabowo

Syarief Hasan mengatakan jika negara dan masyarakat mengamalkan Pancasila sebagai ideologi yang komprehensif, ia yakin Indonesia ke depan akan lebih baik. “Kita harus saling mengingatkan bahwa kita sebagai bangsa yang besar, kalau tidak saya yakin Indonesia akan menjadi negara federal,” tuturnya.

Tapi, lanjut anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini, Indonesia di bawah Pancasila tetap bersatu dalam kesatuan NKRI. “Bangsa ini saling merangkul, gotong royong, saling menghargai, maka dengan 275 juta jiwa ini bangsa Indonesia tetap dalam satu NKRI. Maka dalam menyikapi pemilu 2024 kedaulatan rakyat harus ditegakkan agar demokrasi makin baik, fair dan jurdil. Sehingga siapapun yang akan menjadi presiden 2024 adalah saudara dan kita mendukung,” jelas Syarief.(MM)

Komentar