IAI Sumsel Gelar SSAF 2023, Basyaruddin Akhmad: Tetap Kedepankan Kearifan Lokal

Uncategorized354 Dilihat

Palembang, Sumselpost.co.id – Pembukaan South Sumatera Architecture Festival (SSAF) 2023 diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sumatera Selatan. Bertempat di The Alts Hotel Palembang, Jum’at (27/01/2023).

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Ir. Basyaruddin Akhmad, dan juga di lakukan penandatangan MoU atara IAI dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Univeritas IGM.

Ir. Basyaruddin Akhmad Selaku Kadis Perkim Sumsel mengatakan, Semua ikatan perguruan tinggi dalam hal ini UNSRI, Universitas IGM dan IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) dapat berkontribusi mewarnai pembangunan infrastruktur yang ada di Sumatera Selatan, dengan desain-desain futuristik tetapi tetap mengedepankan kearifan lokal yang dikeluarkan IAI yang bekerja sama dengan Universitas.

“Kita baru menyelesaikan peraturan Gubernur, jadi bersama dengan IAI siapapun Arsitek yang ingin berusaha di Sumatera Selatan harus mempunyai lisensi, nah ini IAI yang punya kerjanya,” Ujar Ardani

Baca Juga  Polres Muara Enim : Bakar Hutan-Kebun dan  Lahan Dapat Dipidana

Basyaruddin Akhmad menutukan, Seorang Arsitek harus memiliki lisensi dan tidak bisa bekerja tanpa lisensi. “Dengan IAI ini saya ingin infrastruktur-infrastruktur Sumatra Selatan ada sentuhan dari Arsitekturnya, jadi menggambarkan wah Palembang, ini Sumatera Selatan ini kan bagus di kita modern futuristik tapi kearifan lokal tetap kita utamakan,” Tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum IAI Sumsel Ar. Ahmad Ardani menambahkan, Hari ini dilakukan penandatanganan MoU antara Ikatan Arsitek Indonesia dengan 2 universitas yaitu UNSRI dan IGM terkait pendirian program profesi Arsitek karena mahasiswa yang baru lulus belum bisa jadi Arsitek.

“Jadi mereka harus ikut kuliah profesi dulu satu tahun dan magang 2 tahun, baru dia nanti memiliki SK dan lisensi, karena kalau tidak seperti itu dia tidak bisa praktek. Logikanya seperti saya bilang tadi misalnya dokter baru Lulus Esket belum boleh memakai gelar dokter didepannya, belum boleh menyuntik orang secara legal kurang lebih seperti itu,” Terangnya.

Baca Juga  Kepercayaan Publik Terhadap Polda Sumsel Terus Mendapatkan Tren Positif di Februari 2023

Untuk program kerja di tahun 2023, Ardani menuturkan IAI memiliki banyak sekali program terkait dengan PPAR, bahwa IAI akan terjun ke Universitas PPAR untuk menjadi dosen berkolaborasi tentang Arsitek. Kemudian IAI akan selalu menyelenggarakan pameran-pameran.

“Kita akan tetap berkolaborasi dan bersinergi dengan Dinas-Dinas terkait terutama Disperkim dalam hal pembangunan disumatera selatan umumnya dan kota Palembang khususnya,” Tuturnya.

IAI Sumsel sendiri sudah beranggotakan sekitar 500 orang, untuk mendapatkan lisensi Arsitek wajib memiliki dua hal, yang pertama Registrasi yang namanya STRA (Surat Tanda Registrasi Arsitek), yang kedua berlisensi.

“Sesuai Perda 2021 terkait ornamen Arsitektur bahwa setiap bangunan yang ada di Sumatera Selatan di Kota Palembang dan 17 Kabupaten/Kota wajib menerapkan Arsitektur lokal, simbol budaya lokal untuk jati diri arsitek bangunan di Sumatera Selatan,” Bebernya.

Baca Juga  Wakili Muara Enim Desa Tebat Agung Optimis Raih Juara Tingkat Provinsi

“Tugas kita kedepan lebih membenahi bangunan yang sudah di bangun, vanue-vanue aset sudah terbangun, tetapi pembangunan tidak akan berhenti. Yang terpenting adalah pemeliharaan dan memfungsikan bangunan yang sudah terbangun,” Tutupnya.

Dengan adanya Festival IAI ini, Ardani berharap ada kesadaran dari masyarakat dan anggota IAI sendiri agar berpraktek harus mengikuti aturan, sesuai aturan UUD Arsitek 2017 berikut turunannya PP 15 tahun 2021 dan Pergub 43 tahun 2022. (niken)

Komentar