Petrus Penderita Diare Malah Tangannya Membusuk, Kini Polisikan RS Siloam Sriwijaya

Post ADS

Sumseppost.co.id. Palembang, Warga Jalan Perindustrian II, Kecamatan Sukarami, Palembang, Petrus (58) mengalami pengalaman pahit saat berobat di salah satu rumah sakit swasta.

Sebab, tangan sebelah kirinya mengalami pembusukan jaringan seusai diinfus oleh dokter di rumah sakit yang ada di Palembang.

Kuasa hukum korban, Bagus Prasetya Andrinata menjelaskan awalnya kliennya mendatangi rumah sakit untuk berobat permasalahan di lambung pada Selasa, 3 Oktober 2023, sekitar pukul 23.00 WIB.

“Setelah di rumah sakit, klien saya ini dirujuk untuk rawat inap, setelah dua hari dirawat tangannya diinfus,” kata Bayu saat ditemui di depan gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel, Rabu (10/1).
Setelah diinfus, kata Bayu tangan kiri kliennya terdapat luka hitam yang bersumber dari posisi jarum selang infus.

Baca Juga  Pemprov Sumsel Berhasil Turunkan Grafik Covid-19

“Luka itu bahkan menjalar hingga ke sebelah lengannya dan mengakibatkan pembusukan jaringan,” kata Bayu

Tidak hanya itu, Bayu mengungkap bahwa pembuluh darah vena kliennya juga mengalami cacat sepanjang 30 sentimeter.

“Klien kami sudah bertanya dengan oknum yang menginfus, mengapa bisa demikian, tetapi pihak rumah sakit tidak memberikan penjelasan,” ungkap Bayu.

Dari itulah kliennya melaporkan peristiwa tersebut ke Ditreskrimsus Polda Sumsel atas kasus Dugaan Tindak Pidana Kejahatan Tenaga Kesehatan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440.

Baca Juga  Adzanu Menjalin silaturahmi dan dialog singkat dengan Awak Media

“Kami berharap dengan adanya laporan ini pihak rumah sakit dapat bertanggung jawab,” kata Bayu.

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Bagus Suryo Wibowo membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar, laporannya sudah masuk pada Kamis 21 Desember 2023 lalu tentang adanya dugaan malapraktik,” ungkapnya.

Adapun upaya yang sudah dilakukan oleh penyidik, kata Bagus, yakni melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.

“Sudah ada orang saksi yang diterima, pertama korban sendiri, kedua anaknya, dan ketiga keluarga korban,” kata Bagus.

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Majelis Kehormatan Disiplin Dokter Indonesia (MKDDI).

Baca Juga  SMB IV Sebut Hasil Penelitian dan Pengembangan Bina Darma Jadi Percontohan di Sumsel

“Karena untuk melakukan pemeriksaan terhadap tenaga medis kami membutuhkan rekomendasi dari MKDDI,” ujarnya.

“Setelah itu baru kami akan panggil dari pihak rumah sakit,” kata Bagus. ( Rilis)

Post ADS

Komentar