Melihat Rekam Jejak, Ganjar-Mahfud Dinilai Mampu Kembalikan Wibawa Hukum Negara

Nasional338 Dilihat
Post ADS

JAKARTA,SumselPost.co.id – Sekretaris Jenderal Presidium Indonesia Firman Tendry, menilai komitmen capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD untuk menyelesaikan persoalan hukum di Indonesia patut diapresiasi jika melihat rekam jejak keduanya.

“Selama ini kita mengetahui betul jejak rekam Pak Mahfud dan Pak Ganjar. Penegakan hukum ini untuk mengembalikan muru’ah, kehormatan atau wibawa hukum negara,” tegas Firman pada wartawan di Jakarta, Selasa (5/12/2023).

Firman menyinggung pernyataan Mahfud MD yang berkomitmen melanjutkan kerja Tim Percepatan Reformasi Hukum. Menurutnya hal itu membuktikan kemauan dan kemampuan Mahfud MD sebagai sosok yang menguasai bidang hukum.

“Sejak awal kan Pak Mahfud berpikiran bagaimana hukum itu mampu ditegakkan saat dia menjabat Menko Polhukam,” ujarnya.

Firman tidak menampik hingga saat ini persoalan hukum masih carut-marut dan upaya penegakan hukum pun belum maksimal. “Saya pikir ketika dia Menko saja sudah banyak perubahan yang dilakukan. Terlepas dari hasilnya belum maksimal, tapi saya yakin upaya beliau untuk menjadikan hukum sebagai panglima dan mewujudkan sistem demokrasi yang lebih baik akan terwujud,” kata Firman.

Baca Juga  Azis Syamsuddin Minta KPU Sosialisasikan Pilkada Serentak 2024 Dilakukan Sejak Dini

Menurutnya, persoalan hukum dan kemunduran demokrasi diakibatkan oleh proses yang tidak independen. Oleh sebab itu, Firman hingga kini masih berupaya untuk melakukan proses hukum.

“Saya sendiri melakukan gugatan sampai sekarang. Karena saya melihat ada celah hukum. Sampai saat ini saya masih menggugat KPU, Anwar Usman, Jokowi dan Pratikno, DKPP. Pada tahapan awal pemilu ini. Terlepas dari kalah nanti di pengadilan, itu urusan lain.
Karena kita mengetahui dalam tahapan pemilu mengenai kontestannya ada yang tidak fair,” jelas Firman

Baca Juga  DPD RI Dorong Konstribusi Bank Syariah Pulihkan Ekonomi Nasional

Penguatan KPK

Sementara itu, Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah mengatakan, jargon anti korupsi yang digelontorkan Capres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD harus mampu dipertanggung jawabkan.

“Tentu kalau mau program yang baik dia harus membeberkan cara mencegah korupsi, ada preventif dan kuratif, penindakan,” kata Trubus, Selasa (5/12).

Misalnya saja dengan memperkuat lembaga negara untuk pemberantasan korupsi, KPK, maupun kemitraan dengan lembaga masyarakat anti korupsi.

“Preventif dengan penguatan pada lembaga anti korupsi, berkolaborasi dengan kampus atau lembaga anti korupsi atau melibatkan masyarakat. Lalu sekarang kan bisa lewat e-partisipasi. Tetapi kalau konteks kuratif, mereka yang kena korupsi dihukum gantung di Monas. Misalnya, koruptor dianggap sebagai pelanggar HAM dan mereka dikucilkan di pulau terpencil,” jelas Trubus.

Baca Juga  Erman Suparno: IPHI Mitra Pentimg Pemerintah dalam Membangun Demokrasi Indonesia

Dia mendorong para paslon yang memiliki ide program atau jargon untuk menyiapkan konsep matang dan bisa diterapkan. Dia mencontohkan ide makan siang gratis yang menghabiskan anggaran Rp400T, pendidikan gratis 12 tahun, semua harus bisa dipertanggung jawabkan dan jelas anggarannya. Karena biasanya setelah musim kampanye, janji-janji mereka sulit ditagih.

“Janji itu semua hanya politis, sulit untuk dimintai pertanggung jawaban,” pungkas Trubus.(MM)

Post ADS

Komentar