Ustadz Nurul Iman Isi Kajian  Di Majelis Taklim Langgar Merdeka

Berita Utama540 Dilihat
Post ADS

Palembang Sumselpost.co.id
Majelis taklim langgar Merdeka setiap selesai sholat Maghrib mengadakan pengajian kitab ‘Safinatun Najah’. Kitab ini membahas tentang hukum fikih, masalah Istinja’, thaharoh, sholat, halal haram, dan ibadah ibadah lainnya.

Hari ini Rabu malam (29/11/2023) ustadz Nurul Iman membahas tentang bab Istinja’, bagaimana beristinja’ menurut Rosulallah Muhammad SAW lebih abdol menggunakan batu dan air. Cara beristinja’ dengan batu yang benar.

Setelah itu membahas tentang Halal dan Haram. Ukurannya dilihat dari zohir atau fisik dan dari segi hukum. Misalnya dari segi zohir atau fisik, anjing, babi, minuman hamar, dan benda benda boleh mencuri hukumnya Haram.

Ada juga benda benda boleh minjam tapi tidak izin dulu sama pemiliknya itu juga Haram. Kita belanja suatu barang tapi ada barang lain yang bukan kita beli masuk dalam barang kita, ini juga hukumnya Haram. Misalnya kita beli sayur bayam satu ikat, setelah di rumah kita buka belanjaan kita tadi ternyata ada bayam dan cabe tiga batang, cabe tiga batang ini hukumnya Haram.

Baca Juga  23 Persen Wajah Baru Bakal Duduki Kursi DPRD Pagaralam

Ustadz Nurul Iman menjelaskan lagi ada suatu kisah, “Ada sepasang suami istri dari suatu desa pergi ke pasar, jaraknya jauh ditempuh dengan berjalan kaki mencapai 3 jam. Di pasar sepasang suami istri tersebut membeli beras beberapa kilo gram. Sebelum membeli beras tersebut dipegang, ditimang timang, dan diremas remas dengan tangannya.

Sesampainya di rumah si suami ini mau mengambil wudhu, waktu ia membersihkan tangannya dan memutar mutar cincinnya, dari balik cincin itu ada sebutir beras, lalu ia berteriak, musibah musibah si istri terkejut menanyakan ‘ada apa suamiku’ suaminya menunjukkan sebutir beras, dan berkata, ‘ini bukan milik kita, ini haram, aku harus mengembalikannya malam ini juga’ kata si suami. Istrinya melarang karena hari sudah malam. Si istri yang sholeha tersebut, malam itu tidak tidur menjaga sebutir beras itu. Esok harinya si suami bergegas pergi ke pasar dengan menempuh berjalan kaki sampai 3 jam untuk mengembalikan sebutir beras yang bukan miliknya itu.

Baca Juga  Gajar Liar Rusak Tanaman Warga Di Air Sugihan, DPRD Sumsel Minta Aparat Bertindak

Sesampainya di toko tempat ia membeli beras tersebut dikembalikannya sebutir beras itu, si pedagang beras terbengong bengong dan terheran heran, dalam hatinya masih ada orang yang sangat jujur seperti ini” ustadz Nurul Iman mengakhiri kisahnya.

Kita tidak habis pikir perbandingannya dengan keadaan sekarang ini, banyak orang yang mengambil bukan haknya, misalnya korupsi.

Baca Juga  ASN Muba Diminta Agar Menjadi Role Model Bagi Masyarakat Dalam Hal Kepatuhan Perpajakan

(Kms. Sofyan Abdullah)

Post ADS

Komentar