Muncul Gejala Deindustrialisasi, Sultan Kritisi Cara Pemerintah Mempertahankan Angka Pertumbuhan Ekonomi dengan Bansos

Nasional264 Dilihat
Post ADS

JAKARTA,SumselPost.co.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mengkritisi cara Pemerintah mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi nasional dibatas 5 persen dengan membagikan bantuan sosial (Bansos) dan Bantuan langsung Tunai (BLT) El Nino.

Menurutnya, bantalan sosial tidak memiliki kemampuan untuk menopang struktur ekonomi nasional secara permanen, bahkan dalam jangka menengah. Meskipun variabel Belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi.

“Bantalan sosial hanya menjadi obat bius bagi perekonomian yang sedang sakit akibat penurunan daya beli masyarakat. Pemerintah sebaiknya fokus mengarahkan anggaran pada sektor produktif khususnya sektor pertanian yang terdampak langsung El Nino”, ujar Sultan, pada Kamis (9/11/2023).

Baca Juga  Kunjungi Vaksinasi Nelayan Jakarta, Puan Tegaskan Jangan Ada Kesenjangan Vaksinasi

Memberikan insentif modal dan introduksi teknologi pada sektor riil, kata Sultan, merupakan hal yang dibutuhkan dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional berbasis industri dan hilirisasi. Mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi yang rapuh dengan pendekatan bansos sangat memberatkan APBN di tengah arus deindustrialisasi.

Pemerintah kata dia, patut mewaspadai menurunnya sumbangan sektor industri pengolahan atau manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB). Tercatat hingga akhir 2022 hanya sebesar 18,34% dibandingkan pada kuartal I-2014 sebesar 21,26%.

Baca Juga  Puan: Perempuan Mampu Berperan dalam Perdamaian dengan Menyebarkan Nilai-Nilai Toleransi

“Kami sangat memahami bahwa Pertumbuhan Ekonomi nasional mengalami koreksi akibat efek domino ekonomi global dan fenomena El Nino. Namun masyarakat justru sedang menunggu pendekatan kebijakan yang sistematis dan berdampak luas pada perekonomian dalam jangka panjang”, terang mantan ketua HIPMI Bengkulu itu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan alasan Presiden Joko Widodo menggelontorkan banyak sosial (bansos) menjelang 2024.

Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang turun ke 4,94 persen di kuartal III 2023 ini. Menurutnya, kehadiran paket bantuan ekonomi menjadi makin penting demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir 2023.

Baca Juga  MPR Ingatkan Pemerintah Proyek KA Cepat Jakarta – Bandung Tak Pakai APBN

Sri Mulyani menyebut dengan adanya bansos beras hingga BLT setidaknya pertumbuhan ekonomi Indonesia secara setahun bisa terjaga di 5,04 persen.(MM)

Post ADS

Komentar