PBNU Desak PBB Bersikap Adil Hadapi Konflik Palestina Vs Israel

Nasional308 Dilihat
Post ADS

BANDUNG, SumselPost.co.id.- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan tujuh (7) poin pernyataan sikap terkait eskalasi kekerasan antara Israel dan Palestina yang meletus pada Ahad (8/10/2023). Pernyataan itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, pada Senin (9/10/23).

Surat pernyataan resmi tersebut sebagai bentuk keprihatinan dan mengajak semua umat untuk menyerukan resolusi damai. Berikut adalah inti dari pernyataan tersebut:

Pertama, PBNU menyampaikan penyesalan dan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya eskalasi konflik dan kekerasan antara Israel dan Palestina di Kawasan Jalur Gaza. Mereka menyoroti konsekuensi kemanusiaan yang tragis dan kehilangan jiwa yang terjadi selama konflik tersebut.

Baca Juga  Pemberhentian Arya Wedakarna Diproses: Sekjen DPD RI Konsultasi ke Kemensetneg RI

Kedua, PBNU dengan tegas menyerukan agar konflik dan kekerasan segera dihentikan dengan segala daya upaya. PBNU menekankan urgensi untuk menghindari lebih banyak korban kemanusiaan dan untuk menciptakan kondisi yang mendukung perdamaian.

Ketiga, PBNU mengajak masyarakat internasional untuk bertindak dengan lebih tegas dalam mencari penyelesaian yang adil atas konflik Israel-Palestina. PBNU menekankan pentingnya berpegang pada hukum dan kesepakatan internasional yang ada.

Keempat, PBNU menyerukan kepada Anggota Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tidak menggunakan hak veto dalam membela satu pihak dalam tragedi kemanusiaan yang berkepanjangan tersebut.

Baca Juga  Peduli Lingkungan, DPD RI Tanam Mangrove di Kepulauan Seribu

Kelima, PBNU menyerukan agar identitas dan seruan-seruan keagamaan tidak digunakan untuk memupuk dan menyuburkan permusuhan dan kebencian, termasuk dalam kaitan dengan konflik dan kekerasan Israel-Palestina.

Keenam, PBNU menyerukan agar inspirasi agama tentang rahmah, persaudaraan dan keadilan universal dikedepankan demi mengupayakan resolusi konflik di semua tingkatan, baik di struktur politik maupun di tingkat komunitas.

Ketujuh, PBNU mengajak umat Islam dan warga Nahdlatul Ulama untuk melakukan shalat ghaib dan doa bersama, tidak hanya untuk mendoakan arwah yang meninggal akibat eskalasi kekerasan, tetapi juga untuk mendoakan agar jalan perdamaian dan keadilan dapat segera diwujudkan di kawasan tersebut.(MM)

Baca Juga  Isra' Mi'raj, Momentum Refleksi Tegakkan Politik Kebangsaan

 

Post ADS

Komentar