oleh

3 Komisioner Bawaslu Kota Prabumulih Jadi Tersangka, Bawaslu Sumsel Dukung Penegakan Hukum Penegak Hukum

Palembang,Sumselpost.co.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Selatan (Sumsel) menghormati dan mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan oleh seluruh aparat penegak hukum.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Bawaslu provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Yenli Elmanoferi menyikapi penetapan tersangka yang dilakukan terhadap tiga anggota Bawaslu Kota Prabumulih setelah menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih, Rabu (23/11).

“Kami akan patuh dan mendukung seluruh proses penegakan hukum di Indonesia. Bahkan saya bisa pastikan Bawaslu akan membantu seluruh proses penegakan hukum jika dibutuhkan,” katanya, Kamis (24/11).

Sebelumnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih, Rabu (23/11) menetapkan tersangka dan menahan 3 komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Prabumulih.

Tiga komisioner Bawaslu Prabumulih yang ditahan berinisial HJ, MIR dan IS. Para komisioner itu ditahan atas dugaan korupsi dana hibah Bawaslu Kota Prabumulih tahun anggaran 2017-2018.

Dimana pada tahun 2017 Bawaslu menerima hibah kurang lebih Rp 700 juta, sedangkan di tahun 2018 menerima hibah lebih kurang Rp 5 miliar.

Ketiga komisioner tersebut dibawa menggunakan mobil tahanan kejaksaan negeri kota Prabumulih langsung ke Rutan Kelas IIB kota Prabumulih, Rabu (24/11).

Apa yang disampaikan Yenli tersebut, bukan isapan jempol belaka. Buktinya ketika beberapa bulan lalu, tim Kejari didampingi Kejaksaan Tinggi Sumsel mendatangi Kantor Bawaslu Sumsel untuk mencari sejumlah dokumen yang dibutuhkan terkait dugaan perkara yang melibatkan Bawaslu Kota Prabumulih. Saat itu, Bawaslu Sumsel membuka akses seluas-luasnya kepada tim dari Korps Adhiyaksa untuk menemukan dokumen yang dibutuhkan.

Adapun dokumen yang diambil tim Kejari Prabumulih dan Kejati Sumsel dari kantor Bawaslu adalah dokumen-dokumen keuangan terkait pemilihan wali kota dan wakil wali kota Prabumulih tahun 2018.

Baca Juga  Pengedar Sabu di Jalan Riau Palembang Ditangkap Polrestabes Palembang

Dokumen-dokumen tersebut, merupakan arsip laporan yang disampaikan Panwaslu Prabumulih kepada Bawaslu Sumsel, sejak tahun 2017 dan 2018.

“Kami, para pengawas pemilu adalah warga negara yang taat hukum dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Kami, BawasluSumselpercaya dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang saat ini tengah berlangsung kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini teman-teman kejaksaan,” katanya.

Yenli mengakui, proses hukum yang kini tengah dijalani seluruh anggota Bawaslu Kota Prabumulih sedikit banyak akan berdampak dalam tugas pengawasan Pemilu 2024 yang kini tengah berlangsung. Namun, dia memaksimalkan tugas-tugas pengawasan pemilu yang diamanatkan undang-undang dan program kerjaBawaslu Kota Prabumulih akan terus berjalan.

“Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan saat ini tengah berkoordiansi dengan Bawaslu Republik Indonesia mengenai pengambil alihan sementara tugas-tugas Bawaslu Kota Prabumulih. Insya Allah, dalam hari-hari mendatang sudah ada keputusan mengenai pelaksanaan tugas-tugastersebut,” katanya.

Komentar