oleh

Hadiri Haul KH. Ahmad Sofyan, Gus Muhaimin Sebut Beliau Alim dan Teladan

SITUBONDO, SumselPost.co.id  – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menghadiri Haul Alm KH. Ahmad Sofyan yang ke 10 di Pondok Pesantren Mambaul Hikam Situbondo, Jawa Timur pada Kamis (13/1/2022) malam. Di mata Gus Muhaimin, Kiai Sofyan adalah tokoh alim yang sangat patut diteladani karena kealiman dan akhlaknya yang mulia.

“Saya berterimakasih diberi kesempatan silaturahim dalam acara Haul Kiai Sofyan ini, dan saya termasuk orang yang sangat bersyukur bisa sowan (ke Kiai Sofyan semasa hidup), bisa mendapatkan motivasi dan doa untuk tidak pernah lelah ikhtiar di jalur politik ahlussunnah wal jamaah,” kata Gus Muhaimin.

Selain itu, Wakil Ketua DPR RI ini juga bersyukur bisa mendapatkan pelajaran luar biasa untuk terus mencintai Nabi Muhammad SAW dengan cara melanggengkan shalawat. Kiai Sofyan diketahui adalah tokoh yang istikamah mensyiarkan shalawat Nariyah bukan hanya di wilayah Situbondo, tapi juga di daerah lain.

“Bahkan saya baru dapat ilmu tadi, Kiai Sofyan setiap pulang dari Madinah pasti sakit karena tidak siap berpisah dengan Rasulullah SAW. Kalau saya kelasnya masih bahagia setelah umrah. Semoga kita semua bisa meneladani Kiai Sofyan yang selalu rindu Rasulullah bahkan sakit setelah ziarah,” ungkap Gus Muhaimin.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam, KH. Zakki Abdullah menyambut baik kehadiran Gus Muhaimin bersama rombongan, antara lain Waketum DPP PKB Jazilul Fawaid, Anggota DPR RI Dapil Jatim III Nasim Khan, mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, serta Stafsus Mendag Lukmanul Khakim.

“Acara ini dipersiapkan apa adanya, nyaris tidak ada persiapan sebelumnya. Bahkan Haul ini sejak awal digelar tidak pernah menyebar undangan. Tapi semoga acara ini membawa berkah untuk kita semua,” kata Kiai Zakki.

Baca Juga  Ketua DPD RI Kecam Keras Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar

Kiai Zakki menambahkan, selain Haul Kiai Sofyan, acara ini juga dirangkai dengan doa bagi seluruh alim ulama serta mursyid thoriqoh yang sudah wafat di seluruh Indonesia. Menurutnya jika di dalam hati sudah tertanam cinta kepada ulama, maka tinggal tunggu waktu cinta kepada Nabi Muhammad juga akan tertanam.

“Kiai Sofyan berpesan untuk melanggengkan shalawat. Karena shalawat adalah tameng. Kalau di desa-desa shalawatnya jalan maka bisa menjadi daya tangkal, termasuk dari ideologi yang mengancam dan membahayakan NKRI, Nahdlatul Ulama,” tutur Kiai Zakki.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah alim ulama di wilayah Situbondo dan sekitarnya, serta puluhan ribu jemaah yang tumpah ruah di masjid hingga halaman pondok pesantren Mambaul Hikam. Mereka dengan khusuk membaca doa, surat al-Ikhlas, dan shalawat Nariyah secara berjamaah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed