oleh

DPRD Sumsel Akan Pertanyakan Macetnya Pembangunan Jalan Tol Lubuk Linggau- Bengkulu

-Politik-22 views

PALEMBANG, SumselPost.co.id – Hingga kini pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dengan provinsi Bengkulu macet lantaran masih menunggu anggaran pemerintah pusat. DPRD Provinsi Sumsel bakal mempertanyakan hal tersebut kepada pemerintah pusat.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumsel M.F Ridho menjelaskan pengerjaan jalan tol menghubungkan kota Lubuk Linggau dengan Bengkulu adalah paket penugasan dari pemerintah pusat.

“ Jadi tidak ada yang masuk kekita info terkait itu, karena dia proyek strategis nasional itu anggarannya dari pusat semua , jadi sejauh ini aku belum dapat info,” katanya, Kamis (12/8).

Jika kondisi normal dan tidak terjadi pandemi Covid-19 pihaknya akan mempertanyakan kepada pemerintah pusat.

“Tapi untuk kegiatan itu memang proyek stategis nasional, memang tidak masuk kekita infonya, kita bisa bertanya,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Sedangkan Kepala Dinas PUBM Kota Lubuklinggau, Achmat Asril Asri mengatakan, belum dilakukannya pembangunan jalan tol ini diduga terkait masalah anggarannya belum tersedia.

“Jalan itu kan program strategis nasional, progres informasi terakhir masih menunggu pembebasan lahan karena belum ada anggarannya,” kata Asril pada wartawan, Kamis (12/8).

Padahal menurut Asril, untuk seluruh dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengerjaan semuanya sudah disiapkan, hanya saja pengerjaannya tergantung anggaran dari pemerintah pusat.

“Kendalanya itu tadi (anggaran pusat) kalau dikita tidak ada kendala, penetapan lokasi sudah, dokumen pembebasan lahan juga sudah,” katanya.
Ia mengungkapkan, babahasa dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah disuruh menunggu anggaran pembebasan lahan, apabila anggaranya ada langsung dikerjakan.

“Gambarannya sendiri bisa 2022, bisa 2023 bahkan 2024, intinya sekarang molor, mudah-mudahan program itu terealisasikan ya,” katanya.

Sementara, untuk pembangunan di Muara Enim sudah mulai berjalan, sedangkan untuk yang Lubuklinggau belum sama sekali, bila anggarannya tersedia tidak membutuhkan waktu lama untuk pengerjaannya.

Baca Juga  6 Bupati Terpilih Minus Pali Bakal Dilantik, Amrah : Tugas Kabupaten Sampai Penetapan Calon Terpilih

Karena sistem pengerjaannya akan dilakukan sistem estapet. “Jadi rencana kemarin berapa lahan dibebaskan langsung dikerjakan, tidak menunggu lahan selesai baru dikerjakan, bukan seperti itu tapi mana selesai langsung,” katanya.

 

(Dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *