oleh

Atasi Kelangkaan Obat Virus Covid-19, DPR Sidak : Kimia Farma Produksi 3,5 Juta/Hari

JAKARTA,SumselPost.co.id – PT. Kimia Farma kini sudah memproduksi obat anti virus covid-19 sebanyak 2 juta per hari, dan 1,5 juta obat yqng sama diproduksi oleh pabrik lain di luar Kimia Farna. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan obat yang mengalami kelangkaan akhir-akhir ini di tanah air.

“Dan mulai Oktober nanti Kimia Farma akan produksi obat ‘Menuferaper’ khusus untuk virus covid-19. Dengan obat ini pasien tak perlu lagi mencampur dengan obat lain,” tegas
Wakil Ketua DPR RI/Ketua Satgas Lawan Covid-19 DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad pada wartawan usai melakukan inspeksi mendadak ke pabrik obat Kimia Farma Di Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/7/2021).

Dasco didampingi Direktur utama Kimia Farma Verdi Budidarmo, Tim Dokter – Mustofa Faud, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Anggota Komisi III DPR RI Sari Yuliati, dan Anggota Komisi IV DPR RI Charles Meikyansyah.

Lebih lanjut Dasco menjelaskan bahwa harga obat virus tersebut relatif terjangkau oleh masyarakat dan obat Menuferaper ini uji klinis tahap III nya selesai pada Oktober nanti. “Ini kabar gembira bagi dunia kesehatan kita, dengan responsif cepat setiap hari produksi 2 juta obat terus menerus. Kita apresiasi Kimia Farma,” kata Dasco.

Verdi Budidarmo menambahkan jika sebelumnya Kimia Farma memproduksi 350 ribu obat virus per hari, maka sekarang sudah 2 juta per hari. “Ini langkah Kimia Farma untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam mengatasi kelangkaan obat virus akhir-akhir ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Mustofa Faud menjelaskan bahwa seluruh proses produksi obat-obatan di Kimia Farma ini sesuai dan mengikuti standar obat yang ditentukan oleh standar badan kesehatan dunia atau WHO. “Produksi obat Kimia Farma ini mengikuti standar WHO,” katanya singkat.(MA)

Baca Juga  DPR Minta Naturalisasi Tidak Kecilkan Atlet Lokal

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *