oleh

CSR Diduga Menghilang Pak Ogah Perbaiki Jalan, Kepala Sekolah Kecewa

-Banyuasin-137 views

BANYUASIN, SumselPost.co.id – Kita kumpulkan dana CSR, Guna ikut berperan membantu pembangunan dikabupaten banyuasin dengan cara uang untuk CSR itu di kumpulkan dan dapat digunakan untuk pembangunan di Banyuasin

Sementara apa yang dikatakan oleh Bupati Banyuasin bertolak belakang dengan apa yang di katakan oleh Ir H Kosarudin kepala Bappeda & Litbang Kabupaten Banyuasin diruang kerjanya (5/4/21)

Kosar, mengatakan Corporate Social Responsibility (CSR) di banyuasin pada 2020 sebesar Rp. 92.917.727.420,- dan itu  merupakan laporan pihak perusahan pada Pemkab Banyuasin saja.

Melihat penomena itu sumselpost.co.id  mencoba menyelusuri ke beberapa tempat dibeberapa kecamatan yang ada di kabupaten banyuasin,

dan menemukan beberapa sekolah yang mengajukan keperusahan yang tak jauh dari lingkunganya namun proposal yang mereka ajukan belum ada realisasinya hingga kini,

baik sekolah menengah atas di tanjung laga maupun sekolah menengah atas di Banyuasin II

“kita sudah mengajukan berapa kali keperusahan perkebunan yang ada CSR nya, namun sudah 2 tahun proposal kami tak ada jawaban,” kata sang kepala kepala sekolah (07/04/21)

Hal senanda dikatakan salah seorang kepala sekolah di Banyuasin II hingga kini kami hanya dapat janji-janji saja dari pihak perusahan perkebunan itu. Jika dihitung –hitung sekolah kami ini masuk di ring satu dari penerima CSR mereka keluh kepala sekolah

Terpisah Muh Bari salah seorang warga banyuasin II  mengatakan bahwa didesanya sudah lama tidak ada pembangunan atau bantuan terdampak Covid 19 dari perusahan perkebunan yang ada di desanya.

Yang ada kini jalan ke perusahan perkebunan itu jalanya rusak, sementara jalan itu sering di gunakan warga untuk beraktifitas sehari hari dan kini jalan rusak itu kini malah banyak pak ogahnya.

“Jalan keperusahan itu diperbaiki oleh para pak ogah dengan seadanya dan yang penting dapat dilalui, bukan diperbaikinya jalan itu dengan melalui dana CSR” kata Bari kesal (07/04/21)

Bupati Banyuasin Askolani (Foto: Okezone.com/Fahreza)

Seperti di beritakan beberapa hari lalu, Ir H Kosarudin kepala Bappeda & Litbang Kabupaten Banyuasin diruang kerjanya (5/4/21) mengatakan Corporate Social Responsibility (CSR) di banyuasin pada 2020 sebesar Rp. 92.917.727.420,- dan itu  merupakan laporan pihak perusahan pada  Pemkab Banyuasin saja.

Baca Juga  Kapolsek dan Danramil Hadir Pada Sertijab Camat Banyuasin lll

“Pengerjaan dan penyaluran bantuan CSR semua dilakukan oleh pihak perusahan itu kita hanya menerima laporan pemanfaatan dana CSR saja” kata Kosar

Jika ada yang menuding bahwa dana itu di kumpulkan oleh Pemkab Banyuasin lalu di manfaatkan  untuk menunjang pembaangunan di kabupaten Banyuasin itu tidak benar

Dana tersebut di salurkan oleh perusahaan-perusahaan itu sendiri diantara berbentuk bantuan alat kesehatan dan sembako melalui tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Banyuasin,

pengembangan infrastruktur pembangunan jembatan, penimbunan dan perbaikan jalan, renovasi sekolah, pembangunan tempat ibadah, perayaan keagamaan, pengadaan sarana penampungan air bersih, pembinaan posyandu, dan lainnya, “ kata Kosar

Disamping itu kata Kosar Juga mengatakan bahwa sejak tahun 2019 sudah membentuk Forum Corporate Sosial Responsibility (CSR) dengan anggota 238 Perusahaan katanya

Seperti di beritakan sebelumnya Bupati Banyuasin mengatakan, Guna ikut berperan membantu pembangunan dikabupaten banyuasin dengan cara uang untuk CSR itu di kumpulkan dan dapat digunakan untuk pembangunan di Banyuasin

Prihal itu seperti apa yang dibeberkan Bupati di Okezon di iNews Tower, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2021). dikutip dari Okezon,com

Menurut Askolani, “pembangunan fisik lainnya juga bisa diupayakan tanpa menggunakan APBD. Semisal pembangunan jembatan, jalan, dan lain sebagainya. Adapun cara menghimpun dana gotong royong salah satunya dari perusahaan.”

Askolani mengungkapkan, dirinya sangat proaktif meminta kesediaan perusahaan di Banyuasin untuk melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR). Dari program itulah terhimpun dana yang dipergunakan untuk membangun daerah.

“Kita kumpulkan semua perusahaan di Banyuasin, kita minta CSR-nya,” terangnya.

Askolani juga memaparkan Pemkab Banyuasin memiliki program bedah rumah. Saat ini, kata dia, ada 43.000 rumah warga masuk kategori tidak layak. Seiring berjalanya waktu, sebantak 3.800 rumah sudah berhasil dibedah.

Baca Juga  Ketua Amunisi Banyuasin, Nialai Direktur PDAM Tirta Betuah Coreng Nama Bupati

“Dan Insya Allah 39 ribu lagi di akhir jabatan kami akan selesai. Ini menggunakan data gotong royong, APBD, CSR, dan lain-lain,” ucap Askolani dikatakan Badu (04/04/21)

istimewa

Sementara pada situs resmi pemerintahan Banyuasin beberapa waktu lalu melaporkan bahwa, Pemerintah Kabupaten Banyuasin berhasil menghimpun kekuatan 238 Perusahaan yang tergabung dalam Forum Corporate Sosial Responsibility (CSR),

untuk ikut serta dalam membangun berbagai sektor terkhusus tujuh program andalan dalam mendukung visi misi Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera.

Terbukti, realisasi dana CSR perusahaan perkebunan dan migas yang beroperasi di wilayah Kabupaten Banyuasin per Juni 2020 sebesar Rp. 92.917.727.420, yang berasal dari tujuh perusahaan perkebunan dan tiga perusahaan migas.

Realisasi ini diketahui dari rapat Bappeda & Litbang Kabupaten Banyuasin bersama Forum CSR se-Kabupaten Banyuasin yang dipimpin oleh Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin Bapak Erwin Ibrahim, ST,.MM,.MBA, Rabu (01/07/2020).

Turut hadir, Kabid Ekonomi dan Sumber Daya Alam Ibu Pipi Oktorini, SE, M.Si, Ibu Lisdawati, SP, M.Si, Kasubbid Urusan Perencanaan, Keuangan, Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Energi Sumber Daya Mineral.

Dijelaskan Erwin, Perusahaan perkebunan yang melaporkan pemanfaatan dana CSR kepada Pemkab Banyuasin sampai dengan bulan Juni 2020 diantaranya perusahaan: PT. Cipta Lestari Sawit Rp.99.261.159,

Sutopo Lestari Jaya Rp. 35.140.005, PT. Hanurabe Sawit Kencana Rp. 213.000.000, PT. Sari Andal Lesatri Rp. 5.222.177.568, Mitra Aneka Rezeki Rp. 812.700.000, Kasih Agro Mandiri Rp. 38.495.000, Hindoli/Cargill Rp. 83.022.244.487.

Sedangkan untuk realisasi kegiatan TJS/CSR KKKS Migas yang beroperasi di wilayah Kabupaten Banyuasin tahun 2019, yang terdiri dari perusahaan: MEPI, PEP ASSET 1 Field Ramba, PT. Odira Energi Karangagung, dengan total realisasi sebesar Rp. 3.474.709.201.

Sehingga total realisasi dana CSR perusahaan perkebunan dan migas sampai dengan juni 2020 sebesar Rp. 92.917.727.420,-

” Dana tersebut di salurkan oleh perusahaan-perusahaan diantara berbentuk bantuan alat kesehatan dan sembako melalui tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Banyuasin, “

Baca Juga  Pelantikan HIPMI Kabupaten Banyuasin Dihadiri oleh Bupati

“pengembangan infrastruktur pembangunan jembatan, penimbunan dan perbaikan jalan, renovasi sekolah, pembangunan tempat ibadah, perayaan keagamaan, pengadaan sarana penampungan air bersih, pembinaan posyandu, dan lainnya, “kata Mantan Kadis Komimfo Banyuasin ini.

Erwin berharap, penyaluran dana CSR dapat di tingkatkan lagi serta penyaluranya lebih transparan sebagai bentuk kontribusi pada Kabupaten Banyuasin khususnya dalam hal sosial dan perekonomian serta pengentasan kemiskinan sebagai upaya perusahaan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif perusahaan terkait dengan program dan beroperasionalnya perusahaan dalam wilayah Kabupaten Banyuasin.

Dilanjutkan Erwin, Pemerintah Kabupaten Banyuasin dibawa komando Bupati Askolani dan Wabup H Slamet lanjut Erwin, sejak tahun 2019 sudah membentuk Forum Corporate Sosial Responsibility (CSR)

sesuai dengan surat Keputusan Bupati Banyuasin Nomor 946/KPTS/Bappeda-Litbang/2019 tentang Pembentukan Forum Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (CSR).

Dengan adanya Forum CSR ini, Pemkab Banyuasin berhasil menghimpun kekuatan 238 Perusahaan untuk ikut serta dalam membangun berbagai sektor dalam mendukung visi misi Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera.

Forum CSR dengan beranggotakan 238 perusahaan, yakni Industri Tambang minyak bumi 5 perusahaan, Industri gas bumi 1 perusahaan, Industri tambang batu bara 1 perusahaan,
Industri perkebunan sawit 65 perusahaan,

Industri perkebunan Karet 14 perusahaan, Industri makan dan minuman 40 perusahaan, Perbankan 5 dan perusahaan lainnya 107 perusahaan.

”Semua kegiatan pembangunan yang tidak terakomodir di APBD, dimasukan ke RKPD non APBD yang nantinya di jadikan dasar rencana Forum CSR untuk ambil bagian dalam pembangunan di Kabupaten Banyuasin, “terangnya.

 

(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *