oleh

BUMD Sei Sembilang Diduga Keluar dari Wacana, ASN Menjerit Karna Dipotong Bendahara

PALEMBANG, SumselPost.co.id – Sabtu (19/12/2020) H Askolani meluncurkan beras Sedulang Setudung dan sekaligus Launching Gerakan Pengembangan Perikanan Rakyat (Gerbang Perak) dipusatkan di Desa Sukatani Kecamatan Tanjung Lago,

”Bismillahirahmanirohim, Beras Sedulang Setudung resmi kita luncurkan, “kata Bupati H Askolani sambil membubuhkan tandatangan di karung beras pertama yang diluncurkan tersebut.

Sejaka saat itu kata BB (25/03/2021) salah seorang ASN di kabupaaten banyuasin medapat jatah beras dua karung yang isi setiap karung nya 10 kg dengan pembayaran dipotong gajih setiap bulan

“Prihal ini sangat menyulitkan saya karna gajih yang tersisa hampir habis terpotong pinjaman di bank, kini harus dipotong lagi oleh bendahara bayar beras sebanyak dua karung beras hingga gajih saya hampir mines.” katanya

“Kami tak dapat menolaknya program itu walau hanya berupa himbawan, karna gajih di potong bendahara langsung.” kata Bb.

Yang menyakitkan kata Sei salah seorang ASN di buatnya BUMD Sai Sembilang itu tujuan awalnya untuk membatu para petani agar gabah kering giling atau beras yang mereka dapat dari panen tidak jatuh dulu ke tangan tengkulak.

Namun yang ada, cerita itu hanya sekedar wacana karna BUMD Sei Sembilang di duga tidak beli beras atau gabah kering giling dari petani namun di duga bekerjasama dengan salah satu cukung beras di palembang

Sehingga tujuan dari pembentukan BUMD Sei Sembilang di duga keluar dari wacana yang ada

“Petani tidak sejahtra kami ASN Sengsara akarna sisa gajih tidak seberapa di potong bendara buat bayar beras hasil produksi diluar wacana.” Keluh nya

Sementara Itu Emi Sumitra salah seorang anggota DPRD banyuasin mengatakan Sejauh ini informasi yang kami terima bahwa memang belum maksimal BUMD Sei Sembilang untuk bekerja sama degan petani,

Baca Juga  9 Ranpenda Segera di Bahas DPRD Sumsel

“saya pribadi belum mendapat keterangan yang pasti dari dirut BUMD. Nanti akan saya usulkan denngan pimpinan komisi 2 untuk rapat dengar pendapat bersama dirut BUMD serta instansi terkait dalam menyikapi harga beras dan gabah yang anjlok di lapangan,” Kata Emi

Emi juga mengatakan Sudah menjadi rahasian umum bahwa perdagangan pangan di negeri ini dimonopoli kelompok tertentu mengutif dari pernyataan buwas bahwa bulog hanya menguasai pasar pangan hanya 6 % selebih nya 94 % dikuasi kartel,

oleh karena itu pemda banyuasin dan DPRD melahirkan BUMD sebagai solusi bagi petani di banyuasin

Disamping itu memang tidak ada persetujuan DPRD. tapi secara pribadi saya setuju selama tidak ada paksaan dan harga serta mutu beras tidak berbeda degan pasaran bahkan bila perlu lebih baik dari pasar pada umum nya.

Perlu diketahui bahwa BUMD di bentuk berdasarkan kebutuhan untuk menjawab situasi dan kondisi yg ada di kabupaten banyusin salah satunya yaitu untuk membantu petani dalam menstabilkan harga beras ketika musim panen.

Artinya BUMD dalam melakukan usaha nya tidak semata-mata mengejar keuntungan tapi harus juga memberikan solusi kepada masyarakat banyuasin.

Terpisah Muhammad Nasir Anggota DPRD Banyuasin mengatakan Pembeliana beras untuk ASN banyuasin yang di potong gajih oleh bendahara perlu di tinjau ulang sebelum ada cantolan hukum aturan yang jelas.

“Kita prihatin pada ASN jika langsung di potong gajihnya oleh bendahara, karna tidak jarang gaji mereka tinggal beberaparatus ribu saja dan dipotong lagi untuk bayar beras BUMD Sei Sembilang,”

“Sebaiknya stop dulu pemotongan gaji oleh bendahara untuk bayar beras Sei Sembilang kita kaji dulu permasalahan itu  jangan jangan nanti menambah sengsara para ASN” kata Nasir (25/03/2021)

Baca Juga  Kapolda Sambut Personel Sat Brimob Polda Sumsel Pasca BKO Polda Jambi

Nasir juga menyesalkan jika benar BUMD Sei Sembilang bekerjasama dengan Pihak ketiga sehingga diduga tidak membeli beras petani dari Banyuasin sesuai marwah didirikanya BUMD Sei Sembilang

Sementara itu saat prihal ini dikomfirmasikan pada Wakil Bupati Banyuasin, Sekda Banyuasin dan Direktur BUMD Sei Sembilang Melalui WhatsApp belum mmemberikan tanggapan

Surat EdaranBupati Banyuasin (Poto: Istimewa)

(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *