oleh

Gus Nabil: Dipaksa Mundur dari All England, Bukti Timnas Bulu Tangkis Indonesia Bermental Juara

-Nasional-11 views

JAKARTA,sumselpost.co.id – Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil), Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan menilai Timnas Bulu Tangkis Indonesia di All England telah berjuang secara luar biasa. Meski dipaksa mundur dari kompetisi, tapi merupakan tim dengan mental juara.

“Memang kita semua sedih dan kecewa atas apa yang terjadi pada timnas di ajang All England, tapi semua telah terjadi, kita harus melihat masa depan, move on,” tegas Gus Nabil, Senin (22/3).

Selama ini kata Gus Nabil, para atlet badminton timnas Indonesia telah bekerja keras mempersiapkan segalanya. “Jadi, harus terus didukung dan apresiasi. Kita sambut kepulangan mereka dengan semangat dan dorongan untuk berprestasi di masa mendatang,” tambah Ketua Umum PP Pagar Nusa NU itu.

Sebagai anggota DPR RI, Gus Nabil mengapresiasi langkah cepat Duta Besar RI di London, Dr. Desra Percaya dan tim KBRI London sekaligus Duta Besar Inggris di Indonesia HE Owen Jenkins yang bekerja keras mengkomunikasikan secara rapi dan tepat dengan otoritas lokal dan pihak NHS (National Health Service) atas kondisi timnas Indonesia di All England.

“Kita bersyukur timnas Indonesia bisa pulang lebih cepat daripada hanya menunggu untuk self isolation di hotel di Birmingham,” tambahnya.

Menurut dia, peristiwa All England menjadi pelajaran untuk semua. Bahwa Indonesia punya potensi besar berupa semangat dan dukungan dari rakyat Indonesia. Selain itu, perlu menguatkan sistem pelatihan dan penyerapan atlet, yang tidak hanya untuk Badminton, tapi juga beberapa cabang olahraga lainnya.

Untuk iti, Gus Nabil berharap pemerintah membuka peluang dan kompetisi calon atlet olahraga untuk santri dan komunitas pesantren. Sebab, ada jutaan santri dan ribuan komunitas pesantren, yang bisa jadi peluang besar untuk mencetak atlet nasional dan tangguh.

Baca Juga  Sultan B Najamudin: Polri Harus Menjadi Tonggak Penegakan Hukum

“Pemerintah bisa mendukung lewat dukungan infrastruktur olahraga di pesantren-pesantren, serta mendorong pengawalan pelatihan atlet-atlet dari santri. Jadi, basis mental dan spiritual santri kan sudah kuat, dengan diasah skill dan didukung asupan gizi yang pas, nanti bisa membuahkan hasil yang bagus,” pungkasnya.(MA)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *