oleh

Mudik Lebaran, DPR: Efektif Cegah Covid-19, Vaksinasi Harus Dipercepat

JAKARTA,sumselpost.co.id – Setelah pemerintah membolehkan mudik lebaran pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H/Mei 2021 mendatang, maka pemerintah harus mempercepat vaksinasi. Khususnya bagi Lansia. Karena vaksinasi ini efektif untuk memcegah penyebaran covid-19.

Demikian yang terungkap dalam dialektika demokrasi “Covid-19 Bermutasi, Seberapa Ampuh Vaksinasi?” bersama H. Nur Yasin Anggota Komisi IX DPR RI (F-PKB), Siti Nadia Tarmizi (Juru Bicara Pemerintah urusan Vaksinasi Covid-19), dan
Pandu Riono (Epidemiolog Universitas Indonesia) di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (18/3).

Menurut Nur Yasin, Indonesia beruntung memiliki pemerintah yang bersikap lebih cepat dalam vaksinasi ini di tengah dunia berebut vaksin. Malaysia saja belum melakukan vaksinasi. “Alhamdulillah pemerintah cepat antisipasi vaksin meski awalnya ribut,” tegas Nur Yasin.

Hanya saja yang harus menjadi prioritas mestinya Lansia, bukan mereka yang muda dan produktif. “Kalau Lansia dibiarkan, sementara pandemi ini masih bermutasi, maka kita dzolim,” ungkapnya.

Untuk itu Komisi IX DPR terus memgawal vaksinasi ini. Bahkan kata Nur Yasin, yang semula 70 persen bayar dan 30 persen gratis, DPR minta 100 persen gratis, kecuali vaksin mandiri bagi orang-orang kaya. “Alhamdulillah Pak Jokowi kemudian mengumumkan 100 persen gratis. Sehingga vaksinasi ini harus dipercepat,” tambahnya.

Dimana dari 272 juta penduduk Indonesia, yang harus divaksin sebanyak 187 juta jiwa. “Kalau disuntik dua kali berarti 374 juta suntikan. Kalau semua harus divaksin hingga akhir tahun 2021, maka target per harinya harus 2 juta jiwa,” pungkasnya.

Pandu Riono juga sama mendesak agar vaksinasi dipercepat, khususnya Lansia. Memgapa? Karena vaksinasi setelah membentuk kekebalan tubuh, maka akan efektif untuk mencegah sekaligus
mengenali virus baru yang bermutasi. Seperti B117, B 135 dan lain-lain.

Baca Juga  DPD RI: Revisi UU Otsus Papua Harus Menjamin Keberlanjutan Pembangunan Papua

Karena itu kata Pandu, bagi yang sudah divaksin resiko penularannya lebih ringan dibanding yang belum. Maka, bagi yang belum divaksin, sebaiknya tunda dulu untuk tidak mudik. Sebab, dikhawatirkan menularkan atau tertular saat Idul Fitri 1442 H nanti. “Dengan vaksin akan menurunkan kematian dan mencegah penularan,” ungkapnya.

Menurut Pandu, yang namamya mutasi itu alamiah sejak 1997, dimana karakteristiknya virus itu mudah burmutasi. Oleh sebab itulah kata dia, pentingnya vaksinasi. Khususnya bagi yang berusia 50 tahun ke atas.

Siti Nadia juga memgakui akan efektifitas vaksin tersebut untuk memcegah penyebaran covid-19. “Bahkan kalau sampai tiga kali bermutasi pun tubuh yang sudah divaksin akan kuat dan bisa mengenali virus baru itu. Sehingga makin banyak orang yang divaksinasi maka akan makin berkurang penulrannya,” kata Siti.(MA)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *