oleh

Carut Marut Persoalan Proyek Tol, Divisi Hukum Kahmi OI Siap Advokasi Masyarakat OI

-Ogan Ilir-221 views

OGANILIR,SumselPost.co.id – Banyaknya persoalan dan dampak pembangunan proyek Tol terhadap masyarakat Ogan Ilir menjadi sorotan Ketua Devisi Hukum, advokasi dan HAM Majelis Daerah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD-KAHMI) Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Mujaddid menganggap, persengketaan yang terjadi antara pihak Tol dengan warga merupakan permasalahan yang sangat urgensi dalam pembangunan Jalan Tol.

Tidak hanya itu, Mujaddid juga menyerukan agar masyarakat Ogan Ilir untuk terus mengawasi dan melaporkan pengerjaan Jalan Tol yang sekarang dilakukan pastinya berdampak dan merugikan masyarakat Ogan Ilir.

 

“Karena saya dan KAHMI Ogan Ilir siap memberikan Perlindungan, Pendampingan, sampai melakukan Upaya Hukum guna melindungi kepentingan Masyarakat Ogan Ilir yang dirugikan akibat Pelaksanaan Pengadaan Jalan Tol.” Tegas Mujaddid yang juga sebagai Advokat dan Legal Auditor di Sumatera selatan ini (14/3/2021).

Tambah Mujaddid, Pembangunan proyek Menurutnya, harus berasaskan kemanusiaan, keadilan, kemanfaatan, kepastian, keterbukaan, kesepakatan, keikutsertaan, kesejahteraan, Keberlanjutan dan Keselarasan.

Sempat diberitakan SumselPOST, warga yang terdampak oleh Proyek Tol ini. Awaluddin, Warga Desa Talang Seleman, Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir.

Kediamannya yang memang berdekatan dengan area pemasangan tiang pancang untuk play over Jalan Tol yang melintas di atas jalan antara Desa Talang Seleman dan Paya Besar.

Awal mengeluhkan dan sudah melaporkan kalau sumurnya keruh bahkan airnya tidak bisa dikonsumsi lagi.

“Sempat saya posting keluhan saya itu di media sosial, dan besoknnya memang ada pihak tol yang survey sumur-sumur warga yang keruh, namun hingga saat ini belum ada kejelasan.” terang Awal (14/3/2021)

Tempat berbeda, sempat di beritakan juga oleh SumselPost, Warga Desa Tanjung Lalang Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir mengeluhkan karena merasa di rugikan terkait proyek tol yang berada di titik STA 27

Baca Juga  Pemortalan Jalan Rengas Dapat Penolakan, MPC PP Ogan Ilir: Siapa Yang Bertangung Jawab Rusaknya Jalan Rengas

jalan penghubung antar Kabupaten Desa Tanjung Lalang Kabupaten Ogan Ilir dan Desa Suban Baru Kabupaten Muara Enim.

Menurut warga kalau pembangunan Underpass Proyek HKI tersebut tidak sesuai standar, dan jalan penghubung antara dua Kabupaten ini terancam terputus jika pembagunan Underpass ini di teruskan.

“Sangat di sayangkan pihak HKI tidak pernah terbuka dengan masyarakat, dan terkesan memaksakan atas pembangunan Underpass ini.

Padahal jalan ini adalah jalan hibah masyarakat Desa Tanjung Lalang untuk menjadikan jalan penghubung dua Desa dan dua Kabupaten ini agar kedepan akses Desa ini bisa hidup.” Jelas Dailami (14/3/2021)

 

(Zili)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *