oleh

Ketua Amunisi Banyuasin, Nialai Direktur PDAM Tirta Betuah Coreng Nama Bupati

-Banyuasin-106 views

BANYUASIN,SumselPost.co.id – Dugaan diduga adanya pungutan saat pengangkatan pegawai PDAM Tirta Betuah  beberapa waktu lalu mendapat sorotan Ketua Organisasi Massa (Ormas) Amunisi Banyuasin.

Ketua Umum Amunisi, Efriadi Effendi menyarankan Bupati Banyuasin, H Askolani untuk dapat mencopot Direktur PDAM Tirta Betuah, SH.

“Dugaan adanya pungutan saat penggkatan pegawai di PDAM, ini sangat mencoreng nama baik Bupati,” ujar Efriadi, Minggu (14/3/2021).

Karenan kata Efendi posisi jabatan Direktur PDAM Tirta Betuah diangkat dan dilantik oleh Bupati Banyuasin.

“Harus dilakukan evaluasi, Direktur harus dicopot dari jabatannya karena masalah ini sudah mencoreng nama Bupati Banyuasin,” tegas dia.

Apalagi, ada oknum di PDAM Tirta Betuah menyebut jika aliran pungutan itu juga dinikmati petinggi di Pemda Banyuasin.

“Kami selaku ormas Amunisi sangat menyayangkan adanya oknum PDAM mencatut nama pejabat Banyuasin

”Amunisi meminta pihak yang terkait serius menangani kasus ini, dikarenakan ini sangat merugikan peserta tes pengangkatan pegawai PDAM,” beber dia.

“Kami menilai Direktur PDAM tidak sukses menyelenggarakan tes tersebut dan sebaiknya dibatalakan.”

Selain dugaan kasus pungutan puluhan juta rupiah yang dialami honorer di PDAM Tirta Betuah, dia menyebut banyak program yang tak berjalan di bawah kepemimpinan Sri Hartini.

“Masalah air bersih di Talang Kelapa juga menjadi sorotan. Sampai detik ini masalah air bersih tidak pernah tuntas di sana (Talang Kelapa),” sambung Efriadi.

Kemudian, lanjut dia, tidak ada program Direktur PDAM Tirta Betuah untuk mengurus masalah air bersih.

“Disaat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, muncul isu tak sedap soal pungli di tubuh pegawai PDAM. Ini sangat memalukan,” tutup dia.

Meski seperti dilansir beberapa media kata ketua Amunisi Bahwa , Direktur PDAM Tirta Betuah Sri Hartini menegaskan jika proses tes pegawai PDAM Tirta Betuah sama sekali tidak melibatkan manajemen perusahaan plat merah itu.

Baca Juga  Kapolres Banyuasin Bantah Penangkapan 131 Kg Sabu dan Ribuan Ektasi di Wilayah Hukumnya

“Yang melakukan tes itu pihak Unsri, tidak ada intervensi dari pihak kami (PDAM),” ujar Sri.

Sehingga, dia membantah jika ada oknum di PDAM Tirta Betuah yang berani meminta uang kepada honorer untuk dijadikan pegawai.

“Mungkin itu oknum diluar PDAM yang meminta, yang jelas dari kami sama sekali tidak ada permintaan uang, itu 100 persen murni,” tegas dia.

“Bisa saja orang luar yang meminta, sekali lagi saya bilang tidak ada pungutan sepeser pun,” pungkas dia.

 

(Ida)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *