oleh

Parlemen Perempuan Sebut Pentingnya Kesetaraan Gender dalam Teknologi

JAKARTA,sumselpost.co.id – Anggota Komisi I DPR RI Irine Yusiana Roba Putri menekankan akan kesetaraan gender dan perjuangan melawan diskriminatif justru akan membantu negara menjadi kuat. Hal ini karena kesetaraan gender dapat meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya perempuan yang memiliki populasi terbanyak di dalam pembangunan.

“Dari perspektif negara, dengan mempromosikan kesetaraan gender, kita otomatis juga melibatkan perempuan untuk terlibat lebih banyak,” ujar Irine saat menjadi pembicara dalam talkshow bertema ‘Kiprah Perempuan dalam Pengembangan Industri TIK Nasional” yang digelar Kaukus Perempuan Parlemen di Gedung DOR RI Senayan, Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Menurut legislator dapil Maluku Utara itu, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat membuka peluang kesempatan yang luar biasa terhadap pemberdayaan perempuan. Menurutnya, dengan melakukan pemberdayaan perempuan akan otomatis membawa pembangunan ke arah yang lebih baik untuk sebuah negara. “Riset mengatakan kalau memang (peran) perempuannya kuat, negara juga akan kuat,” ujarnya.

Karena itu, Irene menyayangkan masih adanya kesenjangan yang besar dalam akses TIK antara perempuan dengan laki-laki atau biasa disebut dengan Gender Digital Divide, bahwa perempuan mengakses TIK lebih rendah dari pada laki-laki di semua negara. Padahal kesenjangan ini dapat menghambat kesetaraan gender yang selama ini diperjuangkan.

“Akses terhadap internet itu, perempuan datanya masih kurang dari 40 persen dari populasi perempuan. Sementara laki-laki itu sudah lebih dari 43 persen,” kata politisi PDI-Perjuangan ini.

Untuk itu, lanjut Irine, literasi digital merupakan sebuah langkah yang penting dan diperlukan masyarakat Indonesia saat ini jika memang mau maju dan tidak tertinggal di bidang TIK.

Anggota Komisi I DPR RI Farah Puteri Nahlia mengungkapkan kesenjangan TIK masih banyak dirasakan utamanya antara masyakarat di ibukota dengan pendidikan tinggi dan sudah terbiasa dengan gadget dalam kesehariannya dengan masyarakat di daerah yang masih kurang familiar dengan teknologi.

Baca Juga  Jual Sandal ‘Nabi’ Tanpa Izin, Zaim Saidi Depok Ditangkap

“Kita harus mengerti bahwa teman-teman milenial di daerah itu harus dirangkul, mereka juga harus mengerti teknologi khususnya kalau kita pengen maju, kita pengen perempuan bisa berdaya memajukan ekonomi Indonesia,” kata politisi PAN itu.

Menurut politisi dapil Jawa Barat IX itu, literasi digital perlu bagi perempuan agar dapat memaksimalkan penggunaan internet dengan lebih baik lagi. “Sehingga tidak hanya menjadi pengguna pasif melainkan lebih aktif dalam memanfaatkan teknologi seperti dengan memaksimalkan start-up untuk pemasaran produk-produk UMKM,” pungkasnya.(MA)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *