oleh

Buaya Cucut Bikin Heboh Warga Wonorejo Tugu Mulyo

MUSIRAWAS,SumselPost.co.id – Dalam beberapa hari ini, semenjak musim hujan tiba dan air sungai Tempuran meluap,warga Desa Wonorejo Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas Propinsi Sumatera Selatan,

dibuat heboh oleh kemunculan beberapa hewan Predator Buas yaitu Buaya Cucut, dengan moncong mulut yang panjang dan memiliki gigi-gigi yang runcing serta tajam.

Anehnya, hewan buas pemangsa daging ini terlihat sangat jinak, hal ini terlihat jelas saat para awak media mendatangi langsung sungai Tempuran, dimana para buaya ini sering menampakkan dirinya, pada Jum’at petang tadi sekira pukul 15.30 Wib.

Saat awak media ini dan beberapa rekan-rekan jurnalis tiba, terlihat jelas salah satu predator buas ini sedang melahap ikan yang telah mati, yang dilemparkan kearah buaya itu berada.

Dengan ukuran kurang lebih 3 sampai 4 meter dan berat yang lumayan sangat berat, minimal 2 ton, buaya ukuran raksasa ini terlihat sangat tenang dan bersahabat, saat awak media dari berbagai stasiun televisi mengambil video dan gambarnya, seolah-olah buaya itu senang untuk dipublikasikan.

Tak ayal pemandangan langka seperti ini, mengundang rasa penasaran dari para warga sekitar desa Wonorejo, untuk melihat secara langsung buaya Cucut atau buaya moncong panjang itu.

Hasanuddin warga Desa Wonorejo, salah seorang yang bisa memanggil Buaya Cucut atau Buaya Moncong itu untuk muncul ke permukaan air, mengatakan bahwa sejauh ini tidak korban jiwa akibat hadirnya hewan buas ini.

“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada korban jiwa dengan kehadiran buaya-buaya ini, dan usianya diperkirakan sudah 8 tahunan,” jelas Hasanuddin.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat yang datang untuk melihat secara langsung keberadaan buaya Cucut ini, harus tetap berhati-hati sekalipun hewan ini terlihat jinak.

Baca Juga  Grup Senam Melati Perm Azhar Kenten, Senam Pagi Setiap Minggu

“Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang datang kesini, untuk melihat langsung para buaya ini, harap tetap berhati-hatilah,

dikarenakan biar bagaimanapun ini adalah hewan predator yang ganas, sekalipun terlihat jinak dan bersahabat, jangan terlalu dekat,” himbau Hasanuddin.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang ibu rumah tangga Ibu Tifa(28),  yang juga ikut rombongan awak media untuk melihat langsung buaya moncong panjang ini atau buaya Cucut.

Ia mengungkapkan perasaannya ada senang dan ada perasaan takut.

“Senangnya Alhamdulillah bisa melihat langsung bentuk buaya Cucut atau buaya moncong panjang ini, takutnya ya kalau-kalau buayanya menyerang pengunjung, terutama anak-anak, jadi kita selaku orangtua harus benar-benar berhati-hati jika kesini,jangan lengah, keselamatan harus tetap dijaga.”ungkap Bu Tifa.

Sementara itu Sahril, yang juga salah satu warga Desa Wonorejo menjelaskan, bahwa buaya ini termasuk ke buaya Moncong Panjang atau yang sering disebut warga buaya Cucut.

Buaya ini jumlahnya cukup banyak, dan berdiam disepanjang aliran sungai Tempuran.

“Kemunculannya ya pada saat musim penghujan seperti, jadi airnya kan sering meluap, apalagi disini banyak peternakan ikan, jadi sumber makanannya pun cukup lumayan banyak,

apalagi ada warga yang datang membawa ikan mati,jadi salah satu buaya yang muncul itu, adalah buaya yang tidak pindah-pindah tempatnya.” pungkas Sahri.

 

(B4R)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *