oleh

90 Mahasiswa Fakultas Fisip Prodi Komunikasi Unsri Ikuti Mata Kuliah ke Wirausahawan

Zzz

PALEMBANG,SumselPost.co.id –Fakultas FISIP UNSRI PRODI KOMUNIKASi Palembang sebanyak 90 Mahasiswa/i mengikuti mata kuliah ke wirausahawan di Komunitas kalangan 9 Jalan sambu No. 29 kelurahan 26 Ilir Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Kamis (25/2/2021)

Rahidin Anang, selaku Dosen mata kuliah Kewirausahaan mengatakan, mata kuliah kewirausahaan itu bukan hanya teori tapi memang ada praktek, maka dari itu dirinya selaku dosen mata kuliah menginginkan mahasiswanya selain dapat teori, dapat juga bagaimana mengimplementasikan  teori-teori kewirausahaan yang didapat di bangku kuliah tersebut.

“Sosok seorang wirausaha itu; berani mengambil resiko, berani berspekulasi, pantang menyerah, banyak menghadapi tantangan, tahu bagaimana mencari modal, bagaimana merancang usaha, bagaimana mengelola, berkolaborasi, dan banyak sekali hal-hal yang semua teori yang kita sampaikan ke mahasiswa,” jelasnya.

Maka dari itu pihaknya menampilkan narasumber yang banyak sekali usaha usaha nya yang berhasil, salah satu nya pemilik komunitas dan cafe kalangan 9

“Kalangan 9 ini, bukan saja melayani persoalan publik namun juga melayani akademisi, edukasi, training bisnis, maka dari itu para mahasiswa dengan mata kuliah kewirausahaan ini, ” katanya.

Para mahasiswa itu, mereka layak, pantas dan cocok untuk di bawa kesini, sehingga para mahasiswa bisa berdiskusi mendapatkan ilmu, mendapatkan bahan ketika kelak mereka selesai kuliah nanti.

“Sehingga mereka bisa ambil keputusan apakah ingin menjadi wirausaha atau tetap menggantungkan diri ke orang lain atau kerja dengan orang yang sifatnya berpangku tangan ke orang lain buka memberikan ke orang lain,” ujarnya

Sebagai dosen mata kuliah kewirausahaan, Rahidin berharap perguruan tinggi sudah layak, sudah tepat melahirkan usahawan- usahawan muda yang berpotensial yang mempunyai latar pendidikan.

“Dengan latar pendidikan tinggi, berpikir nya dapat betul betul realita seperti sekarang,” tandasnya.

Baca Juga  Universitas PGRI Palembang Menggelar ilmiah International

Sementara itu, Ir Sri Novi Adrianti salah satu narasumber menyatakan, di kalangan 9 pihaknya membuka kesempatan para mahasiswa untuk kuliah umum dengan materi kewirausahaan dan dia memfasilitasinya.

“Para mahasiswa atau biasa di sebut kaum milenial, mereka sangat antusias dan respon nya sangat bagus untuk mengikuti mata kuliah kewirausahaan,” katanya.

Yanti Mochtar selaku pemberi materi dan pemilik Cafe Kalangan 9, dengan mata kuliah kewirausahaan ini bisa memotivasi dan menumbuhkan jiwa enterpreneur, jiwa kewirausahaan, sehingga mereka berani menjadi wirausahawan.

“Mereka disini juga dapat kita bina, mengikuti pelatihan pelatihan keterampilan dan mereka juga bisa melounching produknya,” ujarnya.

Di Kalangan 9 bisa siapa saja mengikuti pelatihan nya ataupun program yang ada bukan hanya mahasiswa Namun siswa sekolah tingkat pertama dan tingkat atas juga bisa bergabung.

“Harapan kami kedepan nya mereka bisa menjadi wirausahawan yang handal dan bisa juga menciptakan kewirausahaan,” katanya.

 

Mahasiswa dan Mahasiswa Fakultas Fisip Prodi Komunikasi Universitas Sriwijaya Palembang mengikutimata kuliah ke wirausahawan di Cafe kalangan 9(Poto: Ocha)

Silvi salah satu mahasiswa yang mengikuti mata kuliah kewirausahaan mengungkapkan, bahwa mata kuliah kewirausahaan ini bisa membantu mahasiswa menemukan dan menumbuhkan niat berwirausaha menjadi lebih baik lagi.

“Disini kita di kasih ide dan solusi terbaik untuk mahasiswa berusaha lebih maju untuk berwirausaha,” katanya

Sementara itu Salah satu narasumber yang lain, Dr Bonita Hirza M.Pd mengatakan, bahwa ia memberikan edukasi dan pengalaman ke wirausahawan yang selama ini ia jalani.

“Sebagai seorang pendidik, saya ingin memberikan edukasi bagaimana cara untuk berwirausaha yang baik, mereka bisa melihat trend seperti apa yang saat ini sedang di sukai, bagaimana mereka bisa melihat peluang yang ada di sekitarnya, apalagi saat ini sangat mudah melakukan hal hal yang positif di jaman yang serba online ini,”pungkasnya

Baca Juga  70 Orang Guru di Badung Positif Corona

(Ocha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *