oleh

Peluru yang Menggenai Dua Warga Rantau Bayur Saat Polisi dan DPO Baku Tembak Bukan Milik Polisi

-Banyuasin-256 views

BANYUASIN,SumselPost.co.id – Bidlabfor Polda Sumsel memastikan jika pluru nyasar yang mengenai dua warga Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur, merupakan bukan milik anggota Polisi. Itu terungkap saat digelarnya rilis di halaman Mapolres Banyuasin, Rabu (24/2/2021).

Polisi juga menghadirkan dua warga yang menjadi korban. Kendati demikian,  Polres Banyuasin juga mengaku sudah bertanggung jawab mengobati kedua korban sampai sembuh.

“Kami pastikan pluru yang mengenai dua korban itu berasal dari senjata rakitan. Kami sudah melakukan pemeriksaan, satu senjata tidak lagi berfungsi dan satunya lagi aktif,” Kasubbid Proyeksif Labfor Polda Sumsel AKBP Edhi S.

Sementara, Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi SIk MH mengatakan pihaknya sengaja mengundang tim lafbor Polda Sumsel untuk mengetahui kebenarannya. Namun, pihaknya tetap bertanggung jawab memberikan pengobatan pada kedua korban.

“Kami tetap bertanggung jawab,”ujar Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP M Ikang Ade Putra SIK.

Untuk diketahui ada dua orang yang menjadi korban pluru nyasar, insiden baku tembak saat penangkapan Reno (28), warga Dusun II Desa Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur,  Kamis (4/2/2021) lalu.

Reno tewas tertembak saat hendak melakukan perlawanan. Reno merupakan tersangka kasus kekerasan terhadap wartawan yang terjadi 2020 yang lalu.

Sedangkan korban yang mengalami pluru nyasar yakni Isran mengalami luka tembak dilengan kanan. Dia tertembak saat sedang kencing dirumahnya. Untuk Cikman, mengalami luka tembak dibokong, saat sedang tidur di rumahnya.

“Saya mewakili kedua korban mengucapkan terimakasih kepada Polres Banyuasin yang bertanggung jawab atas pengobatan kedua korban sampai sembuh. Semoga Polres Banyuasin semakin banyak mengungkap pelaku kejahatan sehingga Banyuasin aman dan tentram,” ujar Sarwani.

(Ida)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *