oleh

Kejari Pagaralam Bidik Penyusunan Anggaran Korupsi Pagar Makam

PAGARALAM,SumselPost.co.id  –  Kejari Kota Pagaralam, Zuhri SH MH mengatakan, segera memeriksa penyusun anggaran terkait Pembangunan proyek makam senilai Rp7 miliar yang melibatkan sejumlah pejabat termasuk yang menyusun anggaran.

Menurut dia, proses pengusutan kasus dugaan korupsi proyek makam yang sudah 6 orang ditetapkan sebagai tersangka akan terus berlanjut termasuk sejumlah pihak yang terlibat penyusunan anggaran.

“Kita akan periksa semua termasuk keterlibatan penyusunan anggaran seperti anggota Badan anggaran Dewan, karena kerugian negara cukup besar mencapai Rp700 juta,” kata dia.

Ia mengatakan, proses pengusutan sistem tegak lurus siapapun terlibat akan diperiksa termasuk sejumlah pihak yang ikut menyusun anggaran, sehingga muncul korupsi berjamaah dengan mark up anggaran luar biasa cukup besar.

“Kita gunakan istilah “on the track” saja dalam kasus korupsi ini, siapa yang terlibat kita periksa dan tetap dilakukan pengusutan sampai tuntas,” ujar dia.

Zuhri mengatakan, sebelumnya sudah menetapkan 4 pemborong sebagai tersangka baru kasus korupsi pembangunam Pagar Kuburan di Dinas Sosial dengan menahan dua orang tersangka sementara dua tersangka mangkir.

“Dua tersangka yaitu Juliamsyah dan Gunawan sudah ditahan sedangkan untuk dua tersangka lainnya yaitu Dudi dan Romli masih belum memenuhi panggilan dan mangkir sehingga kembali kami layangkan surat pemanggilan, apabila ternyata masih juga tidak datang maka akan dilakukan penangkapan,” kata dia.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Sumatera Selatan tersangka GB dalam pengerjaanya telah merugikan negara kurang lebih sebesar Rp116 Juta

dan tersangka JL telah merugikan negara kurang lebih sebesar Rp112 Juta. Saat ini kedua terasangka kita titipkan di rutan Pagaralam selama 20 hari untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ia mengatakan, Pelaksanaan pembangunan pagar makam tersebut mengunakan dana APBD Kota Pagaralam tahun 2017 dengan jumlah lebih kurang Rp7 miliar untuk 43 paket pekerjaan pagar makam yang ditersebar di Kota Pagaralam.

Baca Juga  Harga Gabah Anjlok, Petani di OKU Timur Menjerit

“Pelaksana  kegiatan pekerjaan proyek ini mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar  Rp697 juta, dari 43 paket pekerjaan tersebut 18 paket diantaranya berpotensi merugikan negara,” ujar dia.

Dia mengatakan, sebelumnya sekitar 30 Juni 2020 lalu Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam telah menetapkan tersangka dan menahan Sukman mantan Kepala Dinas Sosial Kota Pagaralam dan Dolly Rayven salah satu staf di bidang Jaminan Sosial Kota Pagarala

“Kedua tersangka melakukan tindak pidana korupsi melakukan dengan mark up rancanganan anggaran belanja (RAB) dalam proyek pembangunan pagar makam di Kota Pagaralam hasil perhitungan BPKP Sumatera Selatan menemukan kerugian negara sebesar Rp697,4 Juta.

“Kita kembali menetapkan tersangka karena perhitungan BPKP nilai kerugian tidak sesuai dengan jumlah tersangka yang jumlahnya mencapai Rp700 juta, sehingga kita kembali menetapkan 4 tersangka baru dari kalangan pemborong,” ujar dia.

 

(Rep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *