oleh

Ketua MPR Minta Seluruh Wartawan Parlemen Ikuti UKW

JAKARTA,sumselpost.co.id  – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta seluruh wartawan yang bertugas meliput di parlemen (MPR/DPR/DPD) RI, semuanya lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sebab, UKW ini penting bagi wartawan untuk meningkatkan profesionalias dan integritasnya untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

“Dari 145 an wartawan di parlemen ini, baru 30 -an yang mengikuti UKW. Untuk itu, ke depan seluruhnya harus mengikuti UKW agar lebih professional dan berintegritas untuk kepentingan publik, bangsa dan negara,” tegas Bamsoet sapaan akrab Wakil Ketua Umum DPP Golkar itu.

Hal itu disampaikan Bamsoet saat membuka UKW di ruang GBHN, Gedung MPR RI, Senayan Jakarta, Selasa (23/2/20212). Hadir antara lain Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, Ketua PWI DKI Jakarta Said Iskandar, Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen Marlen Erikson Sitompul, Kepala Biro Humas  Setjend MPR RI Siti Fauziah, para penguji UKW dan lain-lain.

Menurut Bamsoet, dengan keikutsertaan tersebut berarti baru 23 persen yang mengikuti UKW. Karena itu, MPR minta seluruhnya harus mengikuti UKW. Setelah itu kata dia, MPR berharap semuanya mengikuti organisasi wartawan yang resmi seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), , Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Dengan UKW ini lanjut Bamsoet, wartawan akan terus mengevaluasi profesionalitasnya untuk menegakkan  kemerdekaan pers, jaga kredibilitas, dan menghindari penyalahgunaan profesi wartawan. Sehingga makin tahu dan yakin memiliki profesi yang menjunjung tinggi KEJ (Kode Etik Jurnalistik) dan agar diketahui masyarakat.

Baca Juga  Presiden: Indonesia Gunakan Vaksin Covid-19 yang Teruji dan Halal

Menurut Bamsoet profesi wartawan sangat strategis dalam memberikan pencerahan dan langkah maju ke depan agar profesi ini makin mulia. Terutama dalam menghadapi berbagai macam berita di media sosial. Dimana 270 juta rakyat Indonesia saat ini, hanya dari satu tangan dengan Handphone bisa membuat berita kapan saja dan dimana saja.

“Jadi, wartawan harus siap menghadapi berita-berita hoaks, caci-maki, hinaan, ujaran kebencian dan sebagainya yang tidak berdasarkan fakta. Kita jangan sampai kalah dengan medsos, sehingga informasi di publik berimbang dan masyarakat melek mana berita yang benar dan mana berita yang salah atau hoaks,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *