oleh

Ketua GPMN Sumsel Yani Paslah Himbau Pengurus GPMN Jangan Kendorkan Perjuangan, Terus Berbuat Nyata Untuk Rakyat

PALEMBANG,SumselPost.co.id – Ketua GPMN Sumsel Yani Paslah mengatakan, BPUM adalah progam bantuan pemerintah untuk menstimulus pelaku usaha namanya Bantuan BLT UMKM BPUM senilai Rp2,4 juta. (Syaratnya lihat paman google).

Untuk  pengusulnya adalah pertama Dinas yang bertanggung jawab atas Koperasi dan UKM. Kedua,  Koperasi yang telah disahkan sebagai Badan Hukum.

Ketiga Kementerian atau Lembaga dan keempat Perbankan dan perusahaan pembiayaan yang telah terdaftar di OJK.

“Jelas ya hanya itu lembaga yang bisa mengusulkan BLT tersebut. Mudahkan, tinggal tanya paman google pasti bisa dijawab.

Nah bukan RT/RW yang mendata untuk mengusulkan. Tapi dinas yang bertanggungjawab Koperasi dan UKM biasanya minta datanya dari koordinator PKH. Yang mensosialisasi sampai tingkat struktur terendah pemerintahan,” ujarnya,  Selasa (23/2/2021).

Lebih lanjut Yani menuturkan, GPMN terlibat dalam program pemerintah tersebut, karena

sedari awal dicitakan kita hanya sebagai Jembatan rakyat kepada pemerintah. “Tidak hanya sekedar Jargon dan Retrorika rakyat butuh tindakan nyata. Dengan segala doa dan usaha serta dukungan teman2 daerah.”

“Ketum GPMN berjibaku dalam mewujudkan hal tersebut demi rakyat pelaku usaha. Yang namanya Fitnah, tidak diaku, dibully, dimusuhi, ditendang dll itu makanan sehari hari.  Namun hal itu dijadikan semangat dalam mewujudkan, meski tenaga, pikiran, waktu bahkan materi terlewatkan,” bebernya.

“Teranyar fitnahnya memotong hak masyarakat dan memanfaatkan penderitaan rakyat miskin. Ibarat kata

“Anjing mengonggong kafela berlalu” biarkan saja. Mungkin saja mereka sedang berdoa untuk GPMN agar dimudahkan segala urusannya.

Hanya Tuhan YME yang maha mengetahui keihklasan dan ketulusan seseorang,” tambah Yani.

Lebih lanjut Yani mengungkapkan, diingatkan kembali lembaga pengusul hanya koperasi. Sekali hanya Koperasi. Jadi kita bekerjasama dengan Koperasi.

Baca Juga  Wisata Resto Kolam Susu Hadirkan Menu Nusantara yang Terjangkau

“GPMN sebagai organisasi yang memiliki misi akan memanfaatkan ruang tersebut untuk mendata anggota atau calon anggota GPMN yang pelaku usaha agar mendapat bantuan.

Kedepannya mampu membuat unit unit usaha dengn badan hukumnya adalah Koperasi.Berdikari secara ekonomi bukan hanya Jargon,” paparnya.

“Kita bantah dulu kalau ada yang ngomong Memotong Hak Masyarakat?. Tidak ada organisasi masyarakat apapun meski punya legalitas,

selain Koperasi yang bisa mengakses program tersebut, karena sasarannya pelaku usaha berdampak pandemi. Yang nama koperasi adalah badan hukum Ada aturannya dan ada UU.

Dijelaskan modal dasar koperasi Modal sendiri berasal dari: Simpanan Pokok, Simpanan wajib, Sukarela, Dana cadangan, Hibah. Kalau menjadi anggota harus tau kewajiban itu, tapi yang masuk akal iurannya atau yang telah disepakati bersama, jangan berlebihan juga kalii,” terang Yani.

Yani mengungkapkan, jelas bukan Pemotongan Tapi Kewajiban. Kalau gak bayar kewajiban silahkan pake lembaga pengusul lain.

Perlu penjelasan lagi, gak perlu kali semua orang pastilah pintar. Nah kalo gak mau repot, tinggal diarahkan ketempat lain masih Ada 3 lembaga pengusul itu untuk masyarakat umum bisa mengaskses bantuan tersebut.

“GPMN adalah organisasi masyarakat mandiri secara ekonomi demi mencapai misi dan visi. Tak ada satupun orang (Elit atau Bohir) yang membiayai GPMN. Oleh karena itu, memanfaatkan program pemerintah untuk mensejahterakan anggota GPMN yang pelaku usaha menjadi keharusan.”

“Harapan kedepannya struktur daerah GPMN terbangun unit uni usaha yaitu Koperasi untuk modal perjuangan. Dan hal yang wajar ketika berhasil patut dipublikasi karena kita ingin berbuat nyata untuk rakyat,”  terang Yani.

Yani menjelaskan,  GPMN mensosialisasikan program pemerintah Bantuan BLT UMKM BPUM. Pertama, untuk calon dan anggota GPMN yang Pelaku Usaha agar mendapatkan bantuan tersebut.

Baca Juga  Polisi Pamong Praja Tertibkan Bangunan PKL di Jalan Mayor Zen

Kedepannya GPMN Daerah daerah memiliki koperasi koperasi. Kalau saat ini belum ada, bisa bekerjasama dengan koperasi koperasi daerah atau ajak dekopinda dekopinda yang ada didaerah.

Kedua, agar terus berjuang membumikan Pancasila dan kemenangan Ratu yang adil dalam bentuk bentuk nyata, bentuk nyatanya bisa dipikirkan sama-sama.

“Kepada seluruh pengurus GPMN jangan kendorkan Perjuangan apalagi takut ataupun mundur kita harus terus berbuat nyata untuk rakyat. Meski hari ini kita hanya pendekar-pendekar yang terhimpun dengan kekhususan jurus

dan kanuragan masing masing kelak ketika kita berhasil membawa Ratu yang Adil jubah kesatria akan dianugerahkan kepada kalian wahai pendekar yang selalu menjaga kehormatan dan Keihklasan mengabdi. semoga yang lain bisa mengikuti langkah kita,” pungkasnya.

 

(Ocha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *