oleh

Tari 2000 Toko di Pasar 16 Ilir, 30 Persen Tutup Karena Pembeli Sepi

PALEMBANG,SumselPost.co.id – Pasar 16 Ilir dikenal sebagai pusat ritel terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel). Denyut nadi perekonomian di kawasan ini juga nyatanya benar-benar terganggu oleh pandemi Covid-19.

Banyak pedagang yang mengeluhkan sepinya pembeli dan berujung pada tutupnya ratusan dari total 2000 toko.

General Manager PT Gandha Tata Prima (GTP) Suliastiyani Budi  alias Mbak Yeyen, yang merupakan Pengelola Pasar 16 Ilir menyatakan, sejak awal pandemi Covid-19, perputaran ekonomi di Pasar 16 Ilir mendadak mandek.

“30 persen dari total 2000 toko di tutup karena pembeli kan sepi, jadi okupansi (tingkat keterisian) tinggal 70 persen,” katanya.

Bahkan, toko yang tetap buka pun maksimal 60-70 persen. Banyak pedagang gulung tikar dan tutup terutama selama tiga bulan pertama, pedang dan pembeli takut.

Pertokoan yang tutup ini terutama penjual pakaian, karena modal tidak cukup dan perputaran keuangan operasional yang tidak stabil.

“Sekarang mereka yang tetap bertahan mencari sampingan dengan berjualan secara online,” tuturnya.

Penghasilan pedagang turun 0-30 persen di masa tiga bulan pertama setelah itu mulai merangkak di angka 40 persen.

“Biasanya sehari Rp1 miliar perhari perputaran perekonomian pedagang sebelum pandemi, sekarang masih ngesot. Kami minta mereka bertahan.

“Dalam hal ini juga berdampak pada pendapatan retribusi pasar yang harus disetorkan ke PD Pasar Palembang Jaya.

Pemkot sempat memberikan keringanan setoran dikurangi 30 persen selama tiga sampai empat bulan di 2020. “Setelah itu kembali 100 persen sampai sekarang,” katanya.

Salah seorang pemilik toko sepatu di Pasar 16 Ilir, Firman mengatakan, hingga saat ini pembeli masih dikatakan sepi.

Ia sempat berniat untuk menutup juga tokonya namun kembali berpikir ulang. Ia masih berharap keadaan kembali membaik seperti sebelumnya.

Baca Juga  H.M.Ifan Fahriansyah, M.Kes , Dilantik Menjedi DPD BKPRMI Kota Palembang

“Kita mau menyalahkan siapa juga tidak tahu, kondisinya memang seperti ini sekarang, banyak pembeli takut ke pasar, banyak juga toko-toko yang sudah tutup,” pungkasnya.

 

(Ocha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *