oleh

DPD RI: Debit Air Irigasi Batu Balai Hambat Pertanian Masyarakat Batu Balai Bengkulu

BENGKULU,sumselpost.co.id – Debit air yang sangat berkurang berdampak kepada keberlangsungan persawahan di sepanjang irigasi yang tersebar di beberapa kecamatan di Batu Balai, Bengkulu. Sehingga mengganggu kelangsungan pertanian.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin di Bengkulu Selatan, Senin (22/02/2021).

Dalam kunjungan ke Kecamatan Air Nipis dan Seginim ini, senator asal Provinsi Bengkulu itu didampingi Camat Seginim, Mardalena beserta beberapa staf, Pengamat Pengairan Daerah Irigasi Kecamatan Air Nipis-Seginim, Kodim 0408 BSK, Koramil 408-05 Manna Bengkulu Selatan, Tokoh Masyarakat Dodoh ZuLkan beserta beberapa penduduk desa di sekitar bendungan Batu Balai.

Wakil Ketua DPD RI mendengarkan keluhan dan harapan masyarakat agar DPD RI dapat mendorong pemerintah pusat khususnya Kementerian PUPR untuk membantu persoalan bendungan yang berdiri sejak 1980an tersebut.

Mantan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu ini menyempatkan diri terjun langsung ke sungai dengan kedalaman tujuh meter untuk melihat langsung masalah air yang ada. “Ibu camat, pengamat pengairan dan wakil tokoh masyarakat sudah menyampaikan kepada saya untuk dapat berkoordinasi dengan kementerian terkait mengenai keinginan pemerintah daerah bersama masyarakat untuk dapat melebarkan saluran air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) agar volume air yang dialirkan ke irigasi bisa kembali ditingkatkan. Dan, setelah ini saya akan segera berkirim surat kepada kementerian PUPR, Pertanian dan kementerian lainnya agar permasalahan ini segera dibantu pemerintah pusat,” kata Sultan.

Seperti apa yang disampaikan sebelumnya, ada kurang lebih 4.000 hektare luas sawah yang bergantung pada aliran irigasi sepanjang kurang lebih 5 km. Masalah ini sangat krusial dan berjanji segera meng-agendakan pertemuan pemerintah di tingkat Kabupaten dengan pemerintah pusat (Kementerian) dalam upaya menemukan solusi yang terbaik.

Baca Juga  Pendidikan Vokasi Diharapkan Lebih Adaptif dengan Revolusi Industri 4.0

Sultan menyinggung langkah jangka panjang yang harus menjadi perhatian mengenai perihal kesinambungan ekosistem kita, khususnya kewajiban seluruh elemen masyarakat, Pemerintah, serta penegak hukum agar menjaga kelestarian hutan.

“Hilangnya luas vegetasi hutan yang efektif dapat menurunkan evapotranspirasi, kelembaban tanah,  infiltrasi, dan memperbesar limpasan permukaan. Akibat hal itu mempengaruhi kondisi hidrologi di suatu DAS sehingga menimbulkan pengaruh kepada karakteristik fluktuasi debit aliran sungai yang besar. Jadi ayo jaga alam kita demi kehidupan masyarakat saat ini serta masa depan anak cucu kita nanti,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *