Tenun Ulos Taput Tembus Pasar Dunia, Ketua DPD RI Minta Pelaku UMKM Tingkatkan Standar

Nasional259 Dilihat
Post ADS

JEMBER,sumselpost.co.id  – Potensi yang dimiliki Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia dinilai sangat luar biasa. Buktinya, Tenun Ulos asal Tapanuli Utara (Taput) bisa menembus pasar dunia. Sayangnya, masih banyak pelaku UMKM kesulitan untuk menembus pasar Internasional.

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan sejumlah saran kepada pelaku UMKM agar bisa go internasional.

“Sejumlah UMKM sudah mampu tembus pasar dunia, bahkan mampu melakukan ekspor setiap tahunnya. Tapi memang masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kendala,” kata LaNyalla, Jumat (19/2/2021).

Mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur ini menilai permasalahan yang ditemui UMKM masih berkutat pada standardisasi produk. Selain itu, pelaku UMKM juga belum menguasai prosedur ekspor, dan minimnya modal serta sempitnya pasar.

Baca Juga  Taliban Berkuasa, Anis Matta Ingatkan Tak Biarkan Asing Jadikan Indonesia Sebagai Medan Tempur Baru

Beberapa waktu terakhir ini ada kelangkaan kontainer di sejumlah pelabuhan. Termasuk di Surabaya. Sehingga biaya shipment makin mahal, dan membuat usaha kecil terpukul. Karena kuantitas produk yang sedikit.

“Selama ini, pelaku UMKM berjuang sendiri mencari pasar dan melakukan inovasi produk. Dengan modal dan kemampuan terbatas, tentu sulit bagi UMKM untuk dapat bersaing dengan pengusaha yang besar,” ungkap LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur ini menilai pemerintah harus memberikan dukungan terhadap UMKM agar bisa lebih berkembang lagi.

Baca Juga  Pemahamam Agama Dangkal, Mahfuz: Politik Jangan Merusak Umat Jadi Radikal

“Pemerintah seharusnya memberikan dukungan serius serta memberikan fasilitasi. Karena keberhasilan UMKM yang tembus pasar dunia tentu saja akan menguntungkan pada sektor perdagangan. Dan hal itu bisa berjalan dengan baik jika pemerintah terlibat di dalamnya,” tambahnya.

LaNyalla menyontohkan keberhasilan Tenun Ulos Tapanuli Utara menembus pasar internasional. Menurutnya, capaian ini membuat Indonesia patut berbangga.

“Saya kira hal ini perlu dukungan pemerintah melalui kerja sama dengan dinas-dinas lain yang terkait, menjadikan kain Tenun Ulos Tapanuli sebagai produk unggulan nasional,” jelas LaNyalla.

Apalagi proses produksi kain Tenun Ulos mampu menyerap sekitar 6 ribu penenun.

LaNyalla menilai Tenun Ulos sebagai merupakan karya seni dan budaya yang memiliki daya tarik dan kekhasan tersendiri.

Baca Juga  Meski Setimpal, SETARA Sebut Hukuman Mati Tetap Melanggar HAM

“Ulos lebih dari sebuah produk. Di dalamnya terkandung karya seni dan budaya hasil pergulatan para leluhur yang masih terjaga dengan baik hingga kini,” pungkas LaNyalla.

Post ADS

Komentar