oleh

Bupati Muara Enim Juarsah Ditahan KPK

JAKARTA,SumselPost.co.id  – Bupati Muara Enim Juarsah mengenakan rompi tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin (15/2/2021).

Juarsah ditahan penyidik KPK setelah  ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim tahun 2019.

Usai ditetapkan tersangka, hari ini Juarsah langsung ditahan untuk kepentingan penyidikan selama 20 hari ke depan.

“Untuk kepentingan penyidikan, tersangka dilakukan penahanan pertama selama 20 hari terhitung sejak tanggal 15 Februari 2021 s/d 6 Maret 2021 di Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK, Kavling C1,” kata Karyoto.

“Sebagai upaya untuk melakukan mitigasi penyebaran Covid-19 di lingkungan Rutan KPK, maka tersangka akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Kavling C1,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK, pada 3 September 2018 dan telah menetapkan 5 orang tersangka,

yaitu AYN (Ahmad Yani) Bupati Muara Enim 2018-2019, EMM (Elfin Muchtar) Kepala Bidang pembangunan jalan dan PPK di Dinas PUPR Muara Enim.

Lalu ROF (Robi Okta Fahlefi) swasta, AHB (Aries HB) Ketua DPRD Muara Enim, RS (Ramlan Suryadi) Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim.

Perkara kelima tersangka tersebut telah disidangkan dan diputus pada tingkat PN Tipikor Palembang dengan putusan bersalah dan telah berkekuatan hukum tetap.

Atas ulahnya JRH disangkakan pasal 11, Pasal 12 huruf a dan atau pasal 12 huruf b UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah menjadi UU No 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 

(Mer/pal)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *