oleh

Gus Nabil: Gotong-Royong Pondasi Hadapi Pandemi Covid-19

JAKARTA, sumselpost.co.id – Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil) menilai gotong royong dan saling jaga menjadi pondasi dasar dalam menghadapi pandemi covid-19.

Hal itu disampaikan Gus Nabil dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (13/2). Pandemi seperti ini, lanjut Gus Nabil, selain harus disiplin mentaati protokol kesehatan, juga harus meningkatkan pengamalan nilai-nilai dasar kebangsaan seperti gotong royong dan peduli terhadap sesama.

“Gotong royong adalah ajaran baik yang menjadi sebagian inti berdirinya bangsa Indonesia. Sudah sepatutnya, dalam kondisi apa saja kita harus menjaga nilai-nilai itu, apalagi dalam keadaan pandemi seperti ini,” kata anggota Komisi IX DPR itu.

Dalam sosialisasi itu, Kader NU Klaten, Nuryadin mengatakan bahwa peraturan pembatasan sosial yang tumpang tindih sangat merugikan aktivitas perekonomian masyarakat.

“Aturan yang serba tumpang tindih ini berdampak serius terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Misalnya pedagang kaki lima (PKL) yang rata-rata beroperasi saat malam hari, sekarang harus tutup,” kata Nuryadin.

Menurut dia, aturan pembatasan memang harus dibedakan dengan kondisi normal. Namun, aturan yang disepakati seharusnya berangkat dari realitas masyarakat bahwa itu merugikan.

Menjawab itu, Gus Nabil berjanji akan membantu dengan cara menyampaikan aspirasinya ke komisi VI DPR RI agar meninjau kembali aturan pembatasan sosial selama berlaku.
“Saya menjembatani ke Komisi VI DPR RI untuk meninjau kembali aturan yang sudah ada dan menyepakati aturan pembatasan sosial masa pandemi yang tidak merugikan aktifitas perekonomian masyarakat,” ungkap Ketua Umum PP Pagar Nusa Nu itu.

Untuk itu, Gus Nabil menekankan kembali bahwa protokol kesehatan harus menjadi kesadaran bersama dan berjanji akan membatu menyampaikan aspirasi yang disampaikan masyarakat DPR dan pemerintah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *