oleh

Tantangan Perguruan Tinggi Swasta di Masa Pandemi Covid 19, Support dari Pemerintah Dapat Membantu Perguruan Tinggi Swasta

Oleh : Albizia Rahidin Anang (Dosen Universitas IBA Palembang)

Melemahnya perekonomian Indonesia yang dikarenakan pandemi covid 19 berdampak buruk terhadap kondisi keuangan perguruan tinggi di Indonesia. Angka pengangguran yang meningkat dan turunnya pendapatan orang tua mahasiswa

serta ditambah dengan banyaknya kampus yang belum bisa menjalankan kuliah daring dengan baik dapat menyebabkan berkurangnya jumlah mahasiswa baru tahun ajaran ini.

Dalam hal ini support dari pemerintah dapat meringankan beban Perguruan Tinggi Swasta.

Sampai saat ini belum ada tanda tanda kapan akan berakhir. Belum ada tanda dari para ahli dari bidang apa pun yang berani menyatakan dan menjamin kapan wabah ini berakhir.

Petinggi negeri yang mempunyai otoritas kekuasaan untuk mengeksekusi melalui pernyataan pun belum mempunyai keberanian untuk bersuara.

Dunia pendidikan, khususnya Perguruan Tinggi, siap tidak siap harus terkena imbas langsung. Dampak nya paling dirasakan Perguruan Tinggi Swasta.

Disadari sepenuhnya kondisi Perguruan Tinggi Swasta sangat menurun pada saat ini, baik dari kuantitas maupun kualitas.

Sebagian besar sumber dana dari mahasiswa, sangat sedikit Perguruan Tinggi Swasta memiliki sumber dana selain dari mahasiswa.

Perguruan Tinggi mempunyai kewajiban menyelanggarakan Tri Dharma, meliputi dharma di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Di samping itu, Perguruan Tinggi Swasta dituntut menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan penunjang.

Ada tantangan besar yang dihadapi Perguruan Tinggi Swasta di masa pandemi covid 19, yakni tantangan kualitas, eksitensi kelembagaan dan keberlanjutan.

Karena kualitas jadi standar ukuran Perguruan Tinggi Swasta, maka dengan segala daya upaya dilakukan Perguruan Tinggi Swasta untuk mewujudkan kualitas itu.

Pada kondisi normal saja masih banyak Perguruan Tinggi Swasta sempoyongan untuk mewujudkan, apa lagi pada saat-saat seperti ini.

Baca Juga  Komisi V DPRD Sumsel Kunjungi SMAN Sumsel

Oleh karena itu, ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Perguruan Tinggi Swasta. Perguruan Tinggi Swasta yang mempunyai komitmen tinggi, visioner,

dan dapat melakukan strategi jitu, maka akan dapat bertahan dan eksis di tengah goncangan badai covid 19.

Perguruan Tinggi Swasta yang memiliki terobosan jitu dan penerapan softskill harus lebih gencar disosialisasikan kepada siswa-siswa agar dapat menarik perhatian untuk mendaftar di Perguruan Tinggi Swasta tersebut

 

(By)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *