DPRD Sumsel Ingatkan Soal Kasus di Kejati, Pembangunan Masjid Sriwijaya Harus Lanjut

Berita Utama, Sumsel1721 Dilihat
Post ADS

PALEMBANG,Sumselpost.co.id – Tim Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel), terus mengusut dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya, yang digadang-gadang terbesar se-Asia. Kejaksaan Tinggi masih terus memanggil beberapa saksi untuk diperiksa.

Pemprov Sumsel berencana akan melanjutkan pembangunan Masjid Sriwijaya tersebut.

Wakil Ketua DPRD provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Muchendi Mahzareki  melihat kasus ini masuk tahap pemeriksaan  terkait dengan Masjid Sriwijaya.

“Kita di DPRD tentu  mendorong itu , karena  ditahun ini  kita mendapat informasi  bahwa Pemprov akan melanjutkan  pembangunan Masjid Sriwijaya,” kata politisi Partai Demokrat ini, Rabu (10/2/2021).

Dia mengingatkan sebelum dilanjutkan  pembangunan Masjid Sriwijaya harus diselesaikan dulu yang saat ini masih dalam tahap pemeriksaan atau penyelidikan.

“Mudah-mudahan ketika semua sudah selesai dan  clear, kita berharap, kita kembali melanjutkan pembangunan Masjid Sriwijaya,” katanya.

Sedangkan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman menjelaskan, pihaknya juga memanggil tiga orang saksi lagi untuk diminta keterangan.

Baca Juga  YLKI Sumsel Dukung Polda Sumsel dalam Pengawasan Agar Tak Terjadi Penimbunan dan Pemerintah Jamin Ketersediaan Minyak Goreng

“Adapun yang diperiksa hari ini adalah, Burkian selaku Kabid Pengelolaan Barang milik daerah Propinsi Sumsel,” kata Kaidirman, Rabu (10/2/2021).

Selain itu, Kejati juga memerika Tony Aguswara selaku Anggota Divisi Hukum dan Administrasi Lahan Pembangunan Masjid Sriwijaya. Dan seorang saksi lainnya, Angga Ariansyah, Anggota Divisi Hukum dan Administrasi lahan Pembangunan Masjid Sriwijaya,

Menurut Khaidirman, Kejati Sumsel saat ini masih melakukan penyidikan dan dalam tahap pengumpulan barang bukti terkait dugaan kasus mangkraknya pembangunan masjid Sriwijaya Jakabaring.

“Penyidik masih tahap mengumpulkan barang bukti, kerugian negara belum ada perhitungan, penyidik juga masih menunggu hasil audit dari BPK sembari berjalan pemeriksaan,” kata Khaidirman.

Sebelumnya Pemprov Sumsel berupaya melanjutkan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang sempat mangkrak. Pembangunan masjid tersebut sempat terhenti beberapa tahun terakhir akibat sejumlah persoalan.

”Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya pada 2021 ini segera dilanjutkan dan ditargetkan maksimal dua tahun selesai,” kata Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya seperti dilansir dari Antara di Palembang.

Baca Juga  SMB IV Siap Bersinergi Dengan Pihak Manapun Untuk Teliti Naskah-Naskah Palembang

Menurut dia, untuk mewujudkan pembangunan masjid yang akan menjadi ikon baru di Ibu Kota Provinsi Sumsel itu, pihaknya telah membentuk tim percepatan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Masjid tersebut awalnya disiapkan untuk menyambut Asian Games 2018. Namun, karena terdapat sejumlah persoalan pembangunannya tidak bisa diselesaikan sesuai rencana.

”Mangkrak karena sejumlah persoalan. Setelah Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau lokasi pembangunan masjid tersebut beberapa waktu lalu diputuskan untuk melanjutkan pembangunan masjid itu,” ujar Mawardi Yahya.

Dia menjelaskan, Masjid Raya Sriwijaya di kawasan Jakabaring Palembang, dirancang sebagai masjid terbesar dan termegah di kawasan Asia. Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 20 hektare

yang didukung dengan peralatan modern akan menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat muslim di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu.

Baca Juga  Hadiri Festival Marabose, SMB IV Kunjungi ke Halmahera Selatan

Dengan dijadikannya sebagai pusat kegiatan keagamaan, diharapkan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga dapat dimanfaatkan lebih maksimal sebagai pusat kehidupan komunitas muslim, perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Alquran.

”Kemudian dengan adanya masjid baru yang dirancang dengan arsitektur yang indah diharapkan dapat mendukung pengembangan wisata religi di provinsi yang mayoritas penduduk beragama Islam itu,” kata Mawardi.

 

(Dk)

Post ADS

Komentar