oleh

Diperiksa Soal Masjid Sriwijaya, Muddai Madang Mengaku Tidak Tahu Soal Proyek Mangkrak

PALEMBANG,Sumselpost.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, memanggil dua nama dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Sriwijaya untuk dimintai keterangan.

Dua nama yang diperiksa penyidik yakni mantan bendahara yayasan Masjid Sriwijaya Muddai Madang dan Ahmad Nasuhi mantan kepala biro kesra Pemprov Sumsel, Senin (8/2/2021).

Seusai diperiksa Muddai Madang ketika dikonfirmasi mengaku diajukan 8 pertanyaan oleh penyidik Pidsus Kejati Sumsel.

“Hanya dimintai keterangan soal pembangunan Masjid Sriwijaya, itu saja. Ada 8 pertanyaan yang diajukan penyidik, saya diperiksa terkait dengan saya perna menjadi bendahara,” ujar Muddai Madang.

Ditanya soal mangkraknya pembangunan masjid yang digadang-gadang sebagai masjid terbesar se Asia itu, dia menjawab tidak tahu karena itu hanya teknis dari tim pembangunan.

“Kalau soal mangkrak itu kan terkait teknis ya. Untuk itu silahkan ditanyakan kepada tim pembangunannya ya, sayakan tidak tau,” katanya.

Dia mengaku menjabat sebagai bendahara sejak dibuatnya yayasan Sriwijaya sejak tahun 2015.

“Saya menjabat sebagai bendahara sejak awal dibuatnya yayasan sriwijaya sampai tahun 2015 ya. Setelah itu tidak mejabat lagi. Tapi saya tetap sebagai pengurus waktu itu tapi tidak bendahara lagi,” katanya.

Ketika ditanya soalnya pemeriksaan pertama yang dijadwalkan penyidik tidak memenuhi panggilan, dia mengaku ada hambatan karena tempat tinggal berada di Jakarta.

“Tidak hadir dalam pemeriksaan pertama kemarin, karena ada masalah waktu karena saya tinggal di Jakarta,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, untuk mendalami kerugian negara dan mencari tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Sriwijaya

penyidik pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) kembali melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk dimintai keterangan terkait proyek mangkrak tersebut.

Adapun nama – nama yang kembali diperiksa penyidik Kejati Sumsel hari ini adalah, mantan bendahara yayasan Masjid Sriwijaya Muddai Madang,

Baca Juga  SMB IV Pimpin Ziarah Makam Sultan-Sultan Palembang Darussalam

Ahmad Nasuhi mantan Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel dan Burkiyan Kabid Pengelolaan Aset Pemprov Sumsel. Namun untuk pemeriksaan Burkiyan diagendakan besok, Selasa (9/2/2021).

Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman SH MH, ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa hari ini sesuai jadwal penyidik kembali melakukan pemanggilan kepada sejumlah pihak terkait proyek Masjid Sriwijaya.

“Hari ini ada pemeriksaan, sesuai jadwal penyidik memanggil Muddai Madang selaku Mantan Bendahara Yayasan, Ahmad Nasuhi selaku Mantan Karo Kesra Pemprov Sumsel

dan Burkiyan Kabid Pengelolaan Asset Pemprov Sumsel, namun untuk pemeriksaan Burkiyan diagendakan besok,” jelas Khaidirman, Senin (8/2/2021).

Khaidirman menjelaskan, pemeriksaan dilakukan penyidik guna mendalami kerugian negara pada proyek Masjid yang didanai dari dana hibah Pemprov Sumsel tahun 2016 hingga 2017 dengan anggaran sebesar Rp 130 miliar.

“Penyidik kembali memeriksa saksi – saksi guna mendalami kerugian negara pada proyek tersebut, masih terus dilakukan pengembangan,” ujarnya.

Seperti diketahui, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, sudah memanggi 4 orang untuk dimintai keterangan terkait mangkraknya proyek pembangunan Masjid Sriwijaya

yang berlokasi di Jalan Pangeran, Jakabaring Palembang, salah satu saksi yang diperiksa yakni Wakil Bupati terpilih Ogan Ilir Ardani.

Adapun 4 orang yang diperiksa penyidik Pidsus yakni, Kepala Biro Hukum Provinsi Sumsel, Ardani, Bagian Keuangan Panitia Pembangunan Masjid, M. Ryan Fahlevi,

Ketua umum yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang dan Zainal Berlian serta Mantan Sekda Provinsi Sumsel, Mukti Sulaiman kembali dipanggil untuk diperiksa lanjutan.

Sebelumnya juga, penyidik pidsus Kejati Sumsel sudah memanggil beberpa orang saksi lainnya, yakni Wakil Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda Kiemas, Ketua Yayasan Masjid Sriwijaya, Dirut PT. Yodya Karya, Dirut PT Brantas Abipraya,

Baca Juga  Tanah Warga Babat Supat Muba Diduga Dicaplok, Komisi I DPRD Sumsel Memfasiltasi Pertemuan

Dirut PT. Indah Karya dan Ketua Pengurus Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya, Mantan Sekda Provinvi Sumsel, Mukti Sulaiman, serta Mantan Bendahara Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang, Mudai Madang.

Diketahui kondisi masjid raya Sriwijaya itu belum terlihat jelas bentuk masjidnya. Bangunan yang belum jadi itu ditutupi oleh ilalang-ilalang tinggi yang menutupi sebagaian bangunan.

 

(Ariel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *