oleh

Cari Tersangka Korupsi Masjid Sriwijaya, Kejati Sumsel Kebut Pemeriksaan ke Sejumlah Pihak

PALEMBANG,Sumselpost.co.id  – Dalami kerugian negara dan mencari tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Sriwijaya

penyidik pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) kembali melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk dimintai keterangan terkait proyek mangkrak tersebut.

Adapun nama – nama yang kembali diperiksa penyidik Kejati Sumsel hari ini adalah, mantan bendahara yayasan Masjid Sriwijaya Muddai Madang,

Ahmad Nasuhi mantan Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel dan Burkiyan Kabid Pengelolaan Aset Pemprov Sumsel. Namun untuk pemeriksaan Burkiyan diagendakan besok, Selasa (9/2/2021).

Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman SH MH, ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa hari ini sesuai jadwal penyidik kembali melakukan pemanggilan kepada sejumlah pihak terkait proyek Masjid Sriwijaya.

“Hari ini ada pemeriksaan, sesuai jadwal penyidik memanggil Muddai Madang selaku Mantan Bendahara Yayasan, Ahmad Nasuhi selaku Mantan Karo Kesra Pemprov Sumsel

dan Burkiyan Kabid Pengelolaan Asset Pemprov Sumsel, namun untuk pemeriksaan Burkiyan diagendakan besok,” jelas Khaidirman, Senin (8/2/2021).

Khaidirman menjelaskan, pemeriksaan dilakukan penyidik guna mendalami kerugian negara pada proyek Masjid yang didanai dari dana hibah Pemprov Sumsel tahun 2016 hingga 2017 dengan anggaran sebesar Rp 130 miliar.

“Penyidik kembali memeriksa saksi – saksi guna mendalami kerugian negara pada proyek tersebut, masih terus dilakukan pengembangan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik pidsus Kejati Sumsel mencium adanya kejanggalan dalam proses pembangunannya proyek Masjid Sriwijaya yang mangkrak.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel Khaidirman, mengatakan bahwa alokasi dana pembangunan Masjid Sriwijaya yang digadang-gadang sebagai masjid terbesar di Asia itu

menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2016 hingga 2017 sebesar Rp130 miliar.

“Dana tersebut dipakai untuk penimbunan lokasi serta konstruksi beton sampai atap. Akan tetapi penyidik mencium adanya kejanggalan.”

Baca Juga  Joe Biden dan Kamala Harris dapat Ucapan dari Jokowi

“Penyidik menilai fisik bangunan yang ada di masjid diduga tidak sesuai dengan nilai kontrak,” terang Khaidirman saat dihubungi, Minggu (7/2/2021) kemarin.

Dijelaskannya, dengan ditemukannya kejanggalan pada proyek tersebut, sehingga penyidik melakukan penyelidikan untuk mengungkap kerugian negara.

Namun demikian Khaidirman, tidak menampik akan ada tersangka yang akan ditetapkan dalam proyek Masjid tersebut.

“Jika nanti dalam penyidikan sudah ditemukan bukti, akan kita umumkan tersangkanya,” tutupnya.

Seperti diketahui, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, sudah memanggi 4 orang untuk dimintai keterangan terkait mangkraknya proyek pembangunan Masjid Sriwijaya

yang berlokasi di Jalan Pangeran, Jakabaring Palembang, salah satu saksi yang diperiksa yakni Wakil Bupati terpilih Ogan Ilir Ardani.

Adapun 4 orang yang diperiksa penyidik Pidsus yakni, Kepala Biro Hukum Provinsi Sumsel, Ardani, Bagian Keuangan Panitia Pembangunan Masjid, M. Ryan Fahlevi,

Ketua umum yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang dan Zainal Berlian serta Mantan Sekda Provinsi Sumsel, Mukti Sulaiman kembali dipanggil untuk diperiksa lanjutan.

Sebelumnya juga, penyidik pidsus Kejati Sumsel sudah memanggil beberpa orang saksi lainnya, yakni Wakil Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda Kiemas, Ketua Yayasan Masjid Sriwijaya, Dirut PT. Yodya Karya, Dirut PT Brantas Abipraya, Dirut PT. Indah Karya

dan Ketua Pengurus Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya, Mantan Sekda Provinvi Sumsel, Mukti Sulaiman, serta Mantan Bendahara Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang, Mudai Madang.

Diketahui kondisi masjid raya Sriwijaya itu belum terlihat jelas bentuk masjidnya. Bangunan yang belum jadi itu ditutupi oleh ilalang-ilalang tinggi yang menutupi sebagaian bangunan.

 

(Ariel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *