oleh

Mahasiswa PGRI Palembang Meninggal Dunia Saat Diksar

PAGARALAM,Sumselpost.co.id – Muhammad Wiyoto (23) Warga Musi Banyu Asin (Muba) dusun 4 RT 12 RW 04 Kelurahan Berlian Makmur

Mahasiswa Universitas PGRI Palembang saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) dan Lanjutan Palapa Univ PGRI Palembang di Kampung IV Gunung Dempo Kota Pagaralam meninggal dunia

Informasi yang dihimpun, Sabtu (6/2/21)  Muhammad Wiyoto berangkat dari Palembang usai  acara pembukaan diksar di Palembang pada tanggal 1 Februari lalu,

tiba di Pagaralam tanggal 2 dan mulai melaksanakan kegiatan bersama 29 orang yang 10 orang diantaranya adalah peserta diksar baru dan 19 orang panitia.

Menurut Kapolsek Pagaralam Selatan Ipda Dian Rana Alip Praba Utama S.Tr.K didampingi Kanit Intel Polsek Pagaralam Selatan Aipda Andika Satria Bahwa pada Jum’at malam (5/2/21) yang bersangkutan bersama rekan-rekan Diksar lainya melakukan kegiatan survival di salah satu lokasi Diksar .

Tepat pukul 23.00 WIB, yang bersangkutan merasa sesak nafas dan melaporkan ke panitia untuk mendapatkan pertolongan berupa alat semprot dan kemudian disuruh istirahat.

Namun, sekira pukul 03.00 WIB, yang bersangkutan kembali merasakan sesak, dan saat itu juga panitia melaporkan ke Posko Balai Registarasi Gunung Merapi Dempo (Brigade) untuk minta pertolongan kendaraan agar yang bersangkutan dibawah ke Rumah Sakit Daerah Besemah Kota Pagaralam

dan tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah Kota Pagar Alam sekira pukul 06.45 dan langsung di bawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan pertolongan pertama.

“Dan tepat pukul 07.00 WIB pagi tadi, Sabtu (06/02)  yang Dia dinyatakan meninggal dunia oleh rumah sakit,” jelasnya.

Dikatakan Kanit Intel, berdasarakan hasil visum luar tidak ada tanda-tanda kalau yang bersangkutan mengalami tindak kekerasan saat diksar.

“Hanya saja berdasarkan keterangan para saksi bahwa yang bersangkutan memang ada riwayat penyakit asma,” cetusnya.

Baca Juga  Karna Awalnya Tidak Berbunga, DPRD Banyuasin Minta Tinjau Ulang Pinjaman PEN

Dikatakan, Karena Kasus ini termasuk kasus menonjol maka  upaya penyelidikan akan diambil alih langsung oleh Satreskrim Polres Kota Pagaralam.

“Dan jenazah saat ini masih di RSUD sembari menunggu keluarga korban datang,”tukasnya.

Sementara Ketua Posko Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (Brigade) Kota Pagaralam Arindi mengatakan, bahwa berdasarkan data registrasi di Posko Brigade memang benar ada kegiatan Diksar di areal kampung IV Gunung Dempo dan semua peserta yang ada semuanya teregistrasi.

“Namun untuk kegiatannya sendiri bukan rana Brigade untuk melakukan pengawasan, kita hanya memastikan kalau memang benar ada kegiatan tersebut dan semuanya teregistrasi di Posko,” imbuhnya.

Soal seperti apa dan bagaimana Diksarnya kita kurang faham,tutupnya.

 

(Rep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *